GROBOGAN — Ekskavator, SUV GWM Tank 300, Honda Brio, sepeda motor Yamaha YZ125X, serta Vespa Primavera menjadi mahar tak biasa dalam pernikahan Rico Putra Robertosyah (23) dan Laella Nur Fadhillah (20) warga Desa Ketro Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan.
Yang membuat kisah mereka semakin menarik bukan hanya mahar yang tak biasa.
Laella dan Rico ternyata hanya menjalani masa pendekatan sekitar dua bulan sebelum memutuskan menikah.
Kisah mereka bermula dari media sosial. Pada November 2025, keduanya mulai berkenalan dan berkomunikasi.
Dari sekadar saling mengenal, hubungan mereka kemudian semakin dekat. Tidak membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk sampai pada keputusan besar.
Setelah merasa cocok, Rico mantap membawa hubungan tersebut ke jenjang pernikahan. "Kayak sudah klik," kata Rico.
Bagi anak pertama dari dua bersaudara ini, rasa yakin itu tidak selalu bisa dijelaskan dengan hitungan yang rumit.
Laella yang saat itu tengah mengikuti kursus untuk daftar Kowad, langsung menerima pinangan Rico.
Hanya Dua Bulan Dekat, Langsung Mantap Menikah
Masa kedekatan keduanya berlangsung relatif singkat, sekitar dua bulan.
Setelah merasa cocok, anak Kades Karangrejo Kecamatan Grobogan itu kemudian menyampaikan keseriusannya.
Hubungan yang baru seumur jagung itu pun tidak berlama-lama menggantung. Keduanya memilih menikah.
Keputusan tersebut akhirnya diwujudkan pada 8 Agustus 2026. Rico dan Laella resmi menjadi pasangan suami istri dalam sebuah prosesi pernikahan di rumah keluarga Laella.
Jika perjalanan cintanya berlangsung singkat, perjalanan Rico membangun karier justru sudah dimulai jauh sebelumnya.
Merintis dari Dunia Alat Berat
Rico menekuni bisnis penyewaan alat berat sejak 2022.
Dari bidang tersebut, ia perlahan membangun aset dan mengembangkan usahanya. Meski awalnya masih menyewa alat berat milik temannya.
Sekitar 2023 Rico memberanikan diri meminta modal awal kepada orang tuanya untuk dibelikan satu unit alat berat.
Kemudian pada 2025 kembali membeli satu unit lagi.
Sebelumnya, pekerjaan di bidang tersebut membuatnya semakin mengenal bagaimana alat berat dapat menjadi aset produktif.
Excavator yang dimilikinya kemudian disewakan untuk berbagai pekerjaan.
Mulai dari menggali tanah, membuat kolam, hingga pekerjaan lain yang membutuhkan alat berat.
Jangkauan pekerjaannya juga tidak hanya berada di sekitar Grobogan. Penyewaan alat bisa merambah hingga luar daerah, termasuk Blora hingga Kendal.
Dari pekerjaan tersebut, penghasilan yang diperoleh juga cukup besar.
Rico menyebut satu unit alat berat dapat menghasilkan sekitar Rp 1 juta per hari ketika digunakan untuk pekerjaan.
"Kalau musim kemarau begini, alat berat kepakai semua. Total saya punya dua alat berat. Yang mahar ini sebenarnya bisa langsung pakai. Tapi nanti saja," imbuhnya.
satu unit ekskavator, mobil GWM Tank 300, Honda Brio, sepeda motor Yamaha YZ125X, serta Vespa Primavera.
Ekskavator Jadi Mahar
Karena dirasa penting dan membersamai perjalanan hidupnya, maka ketika memikirkan pemberian untuk pernikahan, excavator menjadi pilihan yang punya makna tersendiri.
Rico memilih memberikan satu unit excavator kepada Laella sebagai bagian dari mahar.
Namun, bukan hanya excavator. Dalam pernikahan tersebut, Rico juga memberikan SUV GWM Tank 300, Honda Brio, Yamaha YZ125X, dan Vespa Primavera.
Jika seluruh pemberian tersebut dihitung, nilainya mencapai sekitar Rp 2 miliar.
Ide memberikan kendaraan-kendaraan tersebut merupakan inisiatif Rico.
Ia ingin memberikan sesuatu yang berbeda kepada istrinya sekaligus memberikan sesuatu yang menurutnya bernilai.
Kini, setelah akad selesai, keduanya akan memulai rumah tangga di rumah yang telah disiapkan Rico di Desa Karangrejo Kecamatan Grobogan.
Sementara pesta Ngunduh Mantu rencananya akan dilangsungkan setelah agenda pencalonan kepala desa pada Desember nanti. (int)
Editor : Admin