GROBOGAN – Pembangunan kembali SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan mulai menunjukkan progres. Setelah bangunan lama yang mengalami kerusakan berat dibongkar, kini pengerjaan memasuki tahap pemasangan rangka atap.
Guru SDN Tanggirejo, Zaenal, mengatakan sekolah tersebut sebelumnya telah diusulkan memperoleh bantuan rehabilitasi (revitalisasi). Namun, di tengah proses tersebut, sekolah justru mendapatkan Bantuan Presiden sehingga seluruh pembangunan ditangani langsung oleh pemerintah pusat.
"SDN Tanggirejo sebenarnya sudah diusulkan lewat program revitalisasi. Tetapi kemudian mendapat Bantuan Presiden sehingga pembangunan langsung ditangani pemerintah pusat," ujarnya.
Menurut Zaenal, bantuan tersebut disalurkan melalui pemerintah pusat dengan pelaksanaan berada di bawah koordinasi Sekretariat Kabinet (Seskab). Dengan skema itu, pihak sekolah tidak mengelola anggaran maupun proses pembangunan.
"Pelaksanaannya langsung dari pemerintah pusat. Sekolah nantinya tinggal menerima hasil pembangunan yang sudah selesai," jelasnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pembangunan kini telah memasuki tahap pemasangan rangka atap setelah proses pembongkaran bangunan yang rusak rampung dilakukan.
Zaenal menjelaskan, pembangunan tidak hanya difokuskan pada ruang kelas yang ambruk, tetapi dilakukan secara menyeluruh terhadap sejumlah fasilitas sekolah.
Tiga ruang kelas yang sebelumnya mengalami kerusakan paling parah dibangun kembali secara total. Selain itu, pintu, jendela, dan lantai juga diperbarui. Deretan tiga ruang kelas yang menghadap ke selatan beserta ruang guru turut mendapatkan penggantian atap secara keseluruhan.
"Yang paling parah memang tiga ruang kelas yang ambruk. Semua dibangun kembali, termasuk pintu, jendela, lantai, dan atapnya," katanya.
Tak hanya itu, fasilitas penunjang lainnya juga ikut dibenahi. Toilet sekolah diperbaiki, ruang perpustakaan direnovasi dan sementara dimanfaatkan sebagai ruang guru selama proses pembangunan berlangsung.
Selain rehabilitasi bangunan lama, proyek tersebut juga mencakup pembangunan satu ruang baru yang akan difungsikan sebagai laboratorium untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Zaenal memperkirakan nilai keseluruhan proyek pembangunan sekolah tersebut mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Seluruh pendanaan berasal dari pemerintah pusat sehingga pihak sekolah tidak terlibat dalam pengelolaan anggaran.
"Dari keseluruhan pembangunan nilainya diperkirakan lebih dari Rp 1 miliar. Dananya langsung dari pemerintah pusat, sedangkan pelaksanaannya dilakukan oleh pihak yang telah ditunjuk," ungkapnya. (mun)
.
Editor : Admin