Bukan Aplikasi Dating, KUA Brati Buka “Golekno Bojo” untuk Warga yang Serius Cari Jodoh

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 18:31 WIB
ILUSTRASI Pernikahan: Adanya mitos pria Kudus dilarang menikah dengan perempuan Jepara.
ILUSTRASI Pernikahan: Adanya mitos pria Kudus dilarang menikah dengan perempuan Jepara.

GROBOGAN – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, punya cara tak biasa membantu warga yang ingin menikah tetapi belum menemukan pasangan.

Bukan lewat aplikasi pencarian jodoh, melainkan melalui program ta’aruf Islami bertajuk “Golekno Bojo”.

Program tersebut dibuka sepanjang 1–30 Agustus 2026 dan ditujukan bagi masyarakat yang serius ingin membangun rumah tangga.

Layanan ini terbuka untuk umum, termasuk jejaka, perawan, duda, maupun janda yang ingin kembali membina rumah tangga.

Kepala KUA Kecamatan Brati, Moh Zaenal Arifin, mengatakan program tersebut merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus alternatif bagi mereka yang ingin mencari pasangan melalui proses perkenalan yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

“Program ini merupakan media ta’aruf Islami bagi masyarakat yang benar-benar memiliki niat untuk menikah.

Kami ingin memfasilitasi proses perkenalan yang baik, terarah, dan tetap menjaga syariat,” ujarnya.

Menurut Zaenal, program “Golekno Bojo” tidak sekadar bertujuan mempertemukan laki-laki dan perempuan.

Proses ta’aruf diarahkan agar berlangsung secara santun, bertanggung jawab, dan memiliki tujuan yang jelas, yakni menuju pernikahan serta membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Karena itu, program tersebut diperuntukkan bagi warga yang memang telah memiliki kesiapan untuk menikah, bukan sekadar mencari teman atau pasangan untuk menjalin hubungan tanpa tujuan.

Peserta yang ingin mengikuti program wajib memenuhi sejumlah persyaratan administrasi.

Di antaranya fotokopi KTP dan Kartu Keluarga, pas foto terbaru, serta dokumen pendukung bagi peserta berstatus duda atau janda.

Duda wajib melampirkan fotokopi akta cerai atau dokumen yang sesuai, sedangkan janda dapat melampirkan fotokopi akta cerai maupun akta kematian pasangan.

Peserta juga harus berusia minimal 19 tahun dan membuat surat pernyataan bermaterai yang telah disediakan oleh KUA.

Program ini terbuka bagi jejaka, perawan, duda, maupun janda.

Dengan demikian, kesempatan untuk mengikuti ta’aruf tidak hanya diberikan kepada mereka yang belum pernah menikah, tetapi juga warga yang ingin kembali membangun rumah tangga.

Melalui slogan “Anda Masih Jomblo & Siap Menikah?”, KUA Brati mengajak masyarakat yang telah memiliki kesiapan lahir dan batin untuk menikah agar menjadikan program tersebut sebagai salah satu ikhtiar mencari pasangan.

“Kalau memang sudah siap menikah tetapi belum memiliki pasangan, kami persilakan mendaftar. Mudah-mudahan program ini bisa menjadi ikhtiar mempertemukan jodoh yang terbaik,” tambah Zaenal.

Program “Golekno Bojo” sekaligus menunjukkan bahwa peran KUA tidak hanya berkaitan dengan pencatatan pernikahan. Di tingkat masyarakat, KUA juga dapat menjadi ruang pelayanan dan edukasi bagi warga yang sedang mempersiapkan diri menuju kehidupan berumah tangga. (mun/mah)

Editor : Mahendra Aditya
Golekno Bojo KUA Brati ta’aruf KUA Brati KUA Brati Grobogan program cari jodoh Grobogan ta’aruf Islami Grobogan