GROBOGAN – Kebakaran hebat menghanguskan rumah milik Ratam, 50), warga Desa Jangkungharjo, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jumat (31/7). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp250 juta.
Peristiwa itu pertama kali diketahui setelah seorang warga melihat kepulan asap keluar dari rumah korban. Menyadari adanya kebakaran, warga langsung berteriak meminta pertolongan sehingga mengundang perhatian warga lainnya.
Warga yang berada di sekitar lokasi berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Brati melalui Bhabinkamtibmas setempat.
Namun, api dengan cepat membesar dan melalap bangunan rumah berbentuk limasan yang sebagian besar konstruksi dindingnya terbuat dari kayu. Kobaran api juga menghanguskan sejumlah barang berharga yang berada di dalam rumah.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Selanjutnya, petugas Polsek Brati bersama Tim Inafis Polres Grobogan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama melalui Kapolsek Brati IPTU Arif Setiawan mengungkapkan, hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan hubungan arus pendek listrik.
“Dari lokasi kejadian, kami mengamankan kabel televisi yang terbakar sebagai barang bukti,” ujar IPTU Arif Setiawan.
Selain bangunan rumah, kebakaran juga menghanguskan dua unit sepeda motor milik korban. Sejumlah peralatan elektronik seperti televisi dan lemari es ditemukan dalam kondisi rusak akibat terbakar.
Tak hanya itu, sejumlah dokumen penting dan uang tunai sekitar Rp8 juta turut musnah dalam insiden tersebut. Total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp250 juta.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, besarnya kerugian material menjadi perhatian aparat kepolisian. IPTU Arif Setiawan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang disebabkan instalasi listrik yang sudah tua atau tidak layak pakai.
“Kami mengimbau masyarakat agar secara berkala memeriksa instalasi listrik di rumah. Kabel atau perangkat listrik yang sudah tidak layak sebaiknya segera diperbaiki atau diganti untuk mengurangi risiko terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai sumber api lainnya, terutama selama musim kemarau yang menyebabkan kondisi lingkungan lebih kering dan rentan terjadi kebakaran.
Peristiwa ini menambah daftar kejadian kebakaran di Kabupaten Grobogan dalam beberapa pekan terakhir. Aparat berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan guna mencegah terulangnya musibah serupa. (mun)
Editor : Admin