Belajar Mengajar SDN Tanggirejo Dipindah ke Madin Nurul Ilmi Selama Pembangunan

Sirojul Munir • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 17:28 WIB
BERDESAKAN – Siswa Kelas 3 dan 4 SD N Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu belajar di ruang kelas yang disekat menjadi dua untuk proses belajar mengajar, Senin (27/7).
BERDESAKAN – Siswa Kelas 3 dan 4 SD N Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu belajar di ruang kelas yang disekat menjadi dua untuk proses belajar mengajar, Senin (27/7).

GROBOGAN – Aktivitas belajar mengajar siswa SDN Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, untuk sementara dipindahkan ke Madin Nurul Ilmi mulai Selasa (28/7).

Langkah tersebut diambil agar proses pendidikan tetap berjalan selama pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah yang mengalami kerusakan belum selesai.

Madin Nurul Ilmi yang berada di lingkungan Masjid Desa Tanggirejo dipilih karena memiliki fasilitas yang memadai.

Lokasinya berjarak sekitar 300 meter dari SDN Tanggirejo dan memiliki enam ruang kelas lengkap dengan meja kursi, ruang guru, serta kipas angin di setiap ruangan.

SAMBUT GEMBIRA – Siswa SD N Tanggirejo membawa Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan penuh ceria meski ruang kelas mereka roboh dan harus belajar berdesakan di Musolla, Senin (27/7).
SAMBUT GEMBIRA – Siswa SD N Tanggirejo membawa Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan penuh ceria meski ruang kelas mereka roboh dan harus belajar berdesakan di Musolla, Senin (27/7).

Selama masa pemindahan, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SDN Tanggirejo akan berlangsung pada pukul 07.00 WIB hingga 12.30 WIB.

Sementara itu, siswa Madin Nurul Ilmi akan menggunakan gedung yang sama pada pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Keputusan pemindahan lokasi KBM diambil setelah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan Purnyomo bersama Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tegowanu Parjiyo, Kepala SDN Tanggirejo, dan Kepala Desa Tanggirejo Sundowo melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi bangunan sekolah yang rusak.

Hasil peninjauan kemudian dibahas dalam rapat dan disepakati bahwa pembelajaran dipindahkan hingga proses pembangunan selesai.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan Purnyomo menjelaskan, kerusakan SDN Tanggirejo bermula dari robohnya atap dua ruang kelas yang telah dilaporkan pada awal tahun.

Namun, pada April lalu, ruang guru juga mengalami kerusakan serupa.

“Laporan pada April itu sangat penting. Kemudian pada Juni kembali dilaporkan dan menjadi perhatian publik.

Selanjutnya ditindaklanjuti oleh TAPD dan Sekda untuk mencari solusi pembiayaan,” ujarnya.

Menurut dia, semula perbaikan direncanakan melalui APBD Perubahan. Jika anggaran tidak mencukupi, pemerintah daerah menyiapkan skema Dana Tidak Terduga (DTT).

Namun, masyarakat menginginkan penanganan yang lebih cepat.

Purnyomo menuturkan, percepatan penanganan terjadi setelah adanya perhatian dari pemerintah pusat.

Pada Jumat (24/7), pihaknya menerima kunjungan utusan dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) setelah sebelumnya terdapat sosialisasi dari kementerian di Yogyakarta.

Selanjutnya, pemerintah pusat memberikan instruksi untuk segera memulai pembangunan.

“Sabtu sudah mulai dilakukan penanganan. Bangunan ini masih bisa direhabilitasi dan akan ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat,” katanya.

Ia mengungkapkan, saat ditanya kementerian mengenai lokasi sementara pembelajaran siswa, pihak sekolah menyampaikan adanya gedung Madin Nurul Ilmi yang dapat dimanfaatkan.

Dengan dukungan Pemerintah Desa Tanggirejo, pemindahan KBM akhirnya dapat direalisasikan.

“Mulai besok pagi, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke bangunan Madin. Sehingga hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan tidak berkurang,” tegasnya.

Purnyomo juga mengapresiasi peran serta masyarakat dan Pemerintah Desa Tanggirejo yang bergotong royong membantu proses pembongkaran bangunan yang rusak. 

Ia memperkirakan proses pembangunan dapat rampung dalam tiga hingga empat bulan ke depan.

Tidak hanya memperbaiki ruang kelas yang roboh, revitalisasi juga akan menyasar ruang kelas lain yang mengalami kebocoran.

Selain itu, pemerintah turut merencanakan pembangunan mushala, perpustakaan, laboratorium, serta perbaikan fasilitas kamar mandi.

“Pembangunan tidak hanya untuk ruang kelas yang rusak. Ada beberapa ruang lain yang perlu dibenahi agar sekolah ini menjadi lebih layak dan nyaman bagi siswa,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Purnyomo menyampaikan terima kasih kepada Presiden, kementerian terkait, serta seluruh pihak yang bergerak cepat merespons kondisi SDN Tanggirejo.

“Terima kasih kepada Presiden dan kementerian yang telah memberikan perhatian sehingga pembangunan bisa segera dilaksanakan,” pungkasnya.

Kepala Desa Tanggirejo Sundowo menambahkan, dari pihak Desa membantu menyediakan tempat di Madin Nurul Ilmi.

Fasilitas dari Madin memadai karena sudah ada enam kelas dan satu ruang guru dan kepala sekolah.

”Untuk belajar Madin dimulai jam dua siang. Sehingga pagi hari kosong dan bisa dipakai. Yang di pindah semuanya dan mulai besok pagi,” terang dia. (int)

Editor : Admin
SD N Tanggirejo Grobogan SD N Tanggirejo Ambrol Atap Dua Kelas Siswa Belajar Mengajar SD N Tanggirejo Dipindah MBG Tetap Jalan Meski Sekolah Rusak grobogan hari ini