Kontras di Sekolah Daerah: Siswa SD di Grobogan Santap MBG di Depan Ruang Kelas yang Ambruk

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 19:23 WIB
Siswa SD di Grobogan Santap MBG di Depan Ruang Kelas yang Ambruk
Siswa SD di Grobogan Santap MBG di Depan Ruang Kelas yang Ambruk

 

RADAR KUDUS — Sebuah pemandangan kontras dan memprihatinkan mewarnai pelaksanaan program pendidikan di Jawa Tengah.

Di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, para siswa tampak menikmati jatah paket Makan Bergizi Gratis (MBG) tepat di teras depan bangunan ruang kelas mereka yang atapnya telah hancur dan roboh.

Kondisi fisik bangunan sekolah yang rusak parah tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan.

Baca Juga: Warga Tumpah Ruah Saksikan Festival Thongthek Sedekah Bumi Bringin

Akibat kerusakan struktur utama pada atap, sebanyak empat ruang kelas utama terpaksa dikosongkan total dan tidak lagi dapat difungsikan untuk aktivitas belajar mengajar harian.

Keterbatasan Ruang dan Siasat Darurat Pihak Sekolah

Guna memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, pihak sekolah terpaksa menerapkan berbagai langkah darurat yang jauh dari kata ideal.

1.Penyekatan Kelas dengan Tripleks:Meminimalisasi gangguan antarkelas.

Sejumlah ruang yang tersisa dibagi menjadi beberapa area belajar kecil yang hanya dipisahkan oleh sekat tripleks tipis.

2.Pemanfataan Musala dan Perpustakaan:Alih fungsi sarana ibadah dan literasi.

Siswa kelas V terpaksa mengalihkan kegiatan belajar ke musala sekolah, sementara ruang perpustakaan dialihfungsikan menjadi ruang guru.

3.Sistem Shift untuk Kelas Bawah:Penyesuaian jam belajar mengajar.

Siswa kelas I dan II harus menjalani sistem jam belajar bergantian (shift) akibat jumlah ruang kelas aman yang sangat terbatas.

Siswa dan para guru harus bertahan dalam situasi minim kenyamanan ini sembari menunggu adanya respons dan alokasi perbaikan fisik dari dinas terkait.

Potret Ketimpangan Antara Program Gizi dan Infrastruktur Pendidikan

Momen ketika anak-anak melahap sajian menu MBG di tengah bayang-bayang reruntuhan atap sekolah menjadi potret nyata tantangan pendidikan di daerah.

Di satu sisi, pemerintah pusat berkomitmen meningkatkan kualitas gizi dan tumbuh kembang anak-anak sekolah melalui program MBG. 

Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026, Intip Kekuatan Kedua Tim

Namun di sisi lain, ketimpangan infrastruktur dasar sekolah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang belum terselesaikan.

Pihak sekolah, para orang tua, serta masyarakat setempat sangat berharap pemerintah daerah maupun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah segera menerjunkan bantuan perbaikan darurat.

Renovasi fisik sekolah dinilai sama krusialnya dengan program gizi demi menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi masa depan anak-anak. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
Sumber : @brushcoo
SD Negeri Tanggirejo Grobogan ambruk siswa makan MBG kelas roboh fasilitas sekolah rusak di Grobogan infrastruktur pendidikan Jawa Tengah program Makan Bergizi Gratis Grobogan