RADAR KUDUS — Sebuah pemandangan kontras dan memprihatinkan mewarnai pelaksanaan program pendidikan di Jawa Tengah.
Di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, para siswa tampak menikmati jatah paket Makan Bergizi Gratis (MBG) tepat di teras depan bangunan ruang kelas mereka yang atapnya telah hancur dan roboh.
Kondisi fisik bangunan sekolah yang rusak parah tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan.
Baca Juga: Warga Tumpah Ruah Saksikan Festival Thongthek Sedekah Bumi Bringin
Akibat kerusakan struktur utama pada atap, sebanyak empat ruang kelas utama terpaksa dikosongkan total dan tidak lagi dapat difungsikan untuk aktivitas belajar mengajar harian.
Keterbatasan Ruang dan Siasat Darurat Pihak Sekolah
Guna memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, pihak sekolah terpaksa menerapkan berbagai langkah darurat yang jauh dari kata ideal.
Siswa dan para guru harus bertahan dalam situasi minim kenyamanan ini sembari menunggu adanya respons dan alokasi perbaikan fisik dari dinas terkait.
Potret Ketimpangan Antara Program Gizi dan Infrastruktur Pendidikan
Momen ketika anak-anak melahap sajian menu MBG di tengah bayang-bayang reruntuhan atap sekolah menjadi potret nyata tantangan pendidikan di daerah.
Di satu sisi, pemerintah pusat berkomitmen meningkatkan kualitas gizi dan tumbuh kembang anak-anak sekolah melalui program MBG.
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026, Intip Kekuatan Kedua Tim
Namun di sisi lain, ketimpangan infrastruktur dasar sekolah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang belum terselesaikan.
Pihak sekolah, para orang tua, serta masyarakat setempat sangat berharap pemerintah daerah maupun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah segera menerjunkan bantuan perbaikan darurat.
Renovasi fisik sekolah dinilai sama krusialnya dengan program gizi demi menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi masa depan anak-anak. (*)
Sumber : @brushcoo