Dua Ruang Ambrol, Siswa SDN Tanggirejo Belajar Bergantian dan di Mushala

Sirojul Munir • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 13:25 WIB
ROBOH – Kondisi dua ruang kelas SD N Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu ambruk karena kayu lapuk dan proses belajar siswa dipindah.
ROBOH – Kondisi dua ruang kelas SD N Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu ambruk karena kayu lapuk dan proses belajar siswa dipindah.

 

GROBOGAN – Kondisi bangunan SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, memprihatinkan. Dua ruang di sekolah tersebut ambrol dalam kurun waktu empat bulan terakhir, yakni ruang kelas VI pada Januari 2026 dan ruang guru pada April 2026.

Akibat kerusakan itu, proses kegiatan belajar mengajar terpaksa dipindahkan dan dilakukan secara bergantian. Bahkan, sebagian siswa harus belajar di mushala karena keterbatasan ruang yang masih layak digunakan.

Kepala SDN Tanggirejo Juwariyah mengatakan, kerusakan tidak hanya terjadi pada dua ruangan yang ambrol. Sejumlah ruang kelas lain juga mengalami kerusakan berupa plafon jebol dan kayu penyangga genteng yang melengkung akibat lapuk dimakan rayap.

“Pertama yang roboh ruang kelas VI pada Januari, kemudian April ruang guru juga ambrol. Setelah itu, kami tidak berani lagi menempati beberapa ruangan karena khawatir membahayakan siswa dan guru,” ujarnya.

Selain ruang kelas dan ruang guru, dua kamar mandi siswa juga dalam kondisi rusak. Atap bangunan telah ambrol sehingga tidak dapat digunakan secara optimal. Bangunan sekolah yang mengalami kerusakan tersebut diketahui dibangun pada 2012.

Dari total ruang belajar yang dimiliki, kini hanya tersisa tiga ruang kelas yang digunakan untuk menunjang pembelajaran. Sementara empat ruang lainnya ditutup dan dikosongkan demi alasan keselamatan.

Untuk menyiasati keterbatasan ruang, pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergantian. Kelas I belajar pada pagi hari, sedangkan kelas II masuk siang. Sementara itu, kelas III dan IV menempati satu ruangan yang dibagi menggunakan sekat di bagian tengah.

”Kelas VI harus fokus menyelesaikan materi karena akan menghadapi kelulusan, sehingga tetap menggunakan satu ruang tersendiri. Sedangkan kelas V kami tempatkan di mushala agar tidak mengganggu proses belajar kelas lainnya,” jelas Juwariyah.

Tak hanya siswa, para guru juga harus beradaptasi. Ruang guru yang ambrol kini digantikan dengan memanfaatkan ruang perpustakaan sebagai tempat bekerja dan berkoordinasi.

Saat ini, SDN Tanggirejo memiliki 131 siswa, dengan jumlah siswa kelas VI mencapai 32 anak. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan. Juwariyah menyebut, pihak dinas telah melakukan peninjauan langsung ke sekolah pada 15 Juli 2026.

Menurutnya, Dinas Pendidikan Grobogan telah menjanjikan pembangunan pada tahun ini setelah melihat langsung kondisi bangunan yang dinilai membahayakan.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Dinas Pendidikan Grobogan yang sudah memperjuangkan agar sekolah ini bisa dibangun tahun ini. Berkas pengajuan juga sudah kami lengkapi dan serahkan,” katanya.

Juwariyah berharap proses pembangunan dapat segera direalisasikan sehingga kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal dan para siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.

“Harapan kami tentu bantuan pembangunan bisa segera turun. Anak-anak berhak mendapatkan ruang belajar yang layak dan aman,” pungkasnya. (mun)

 

Editor : Admin
SD N Tanggirejo Tegowanu Grobogan sekolah roboh Dinas Pendidikan Grobogan Makan Bergizi Gratis