GROBOGAN – Euforia Piala Dunia FIFA 2026 tak hanya menggema di layar raksasa, tetapi juga terasa di kantong para pedagang.
Rangkaian nonton bareng (nobar) yang digelar Pemerintah Kabupaten Grobogan sukses menghidupkan geliat ekonomi rakyat dengan menciptakan perputaran uang sekitar Rp 1,44 miliar.
Selama lebih dari satu bulan pelaksanaan nobar di empat lokasi, 222 pedagang menikmati lonjakan pembeli. Ribuan warga yang memadati lokasi pertandingan menjadi berkah tersendiri bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima hingga pelaku kuliner.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan Pradana Setyawan mengatakan, penyelenggaraan nobar memang dirancang bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi momentum menggerakkan ekonomi masyarakat.
"Momentum Piala Dunia kami manfaatkan untuk memberikan ruang kepada UMKM dan pedagang lokal agar ikut merasakan dampak ekonomi. Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi dan berdampak pada meningkatnya transaksi pedagang," ujarnya.
Berdasarkan data Disperindag, Taman Kuliner Simpang Lima menjadi magnet utama selama penyelenggaraan nobar sejak 12 Juni hingga 20 Juli 2026.
Sebanyak 57 pedagang membukukan omzet sekitar Rp860 juta, atau menyumbang lebih dari separuh total transaksi.
Lonjakan transaksi juga terjadi di Alun-Alun Purwodadi saat laga final Piala Dunia. Sebanyak 117 pedagang berhasil mengantongi omzet sekitar Rp 526,5 juta berkat membludaknya pengunjung yang memadati kawasan tersebut.
Sementara itu, 40 pedagang di Pusat Kuliner Purwodadi (Jetis Eks-KAI) mencatat omzet sekitar Rp 40 juta, sedangkan 15 pedagang di Taman Segitiga Emas meraih omzet sekitar Rp 14 juta.
Tak hanya menyaksikan pertandingan sepak bola kelas dunia, masyarakat juga disuguhi berbagai hiburan, permainan interaktif, talkshow, hingga podcast yang membuat kawasan nobar dipenuhi pengunjung dari awal hingga akhir acara.
Danis menilai capaian tersebut membuktikan bahwa agenda publik dapat memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.
Ketika ribuan warga berkumpul dalam satu kegiatan, pelaku usaha kecil menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya.
"Harapannya, setiap event yang digelar pemerintah tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha, meningkatkan pendapatan pedagang, dan menggerakkan ekonomi lokal," pungkasnya. (int)
Editor : Admin