GROBOGAN– Suasana Car Free Day (CFD) di Kabupaten Grobogan, Minggu (19/7/2026), tampak berbeda.
Sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan memadati kawasan depan Gedung Wisuda Budaya dengan mengenakan kebaya dalam kegiatan Jalan Santai Berkebaya dan Line Dance Bersama yang digelar Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Cabang Grobogan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli.
Melalui acara ini, PBI ingin menghadirkan kebaya lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap busana tradisional Indonesia.
Ketua PBI Grobogan, dr. Rinjani Bambang Pujiyanto, mengatakan peringatan Hari Kebaya Nasional tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum mengajak masyarakat menjadikan kebaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
"Kami ingin menunjukkan bahwa kebaya bukan hanya dipakai saat acara resmi, tetapi juga bisa dikenakan dalam kegiatan yang santai, sehat, dan menyenangkan seperti CFD.
Harapannya semakin banyak masyarakat yang bangga berkebaya," ujarnya.
Acara dimulai pukul 06.00 WIB dengan sesi bincang santai seputar sejarah dan makna kebaya bersama dr. Rinjani yang turut menghadirkan Puteri Kebaya Indonesia, Duta Wisata, serta Duta Bahasa.
Peserta kemudian diajak berjalan santai dari depan Gedung Wisuda Budaya menuju kawasan Simpang Lima Purwodadi sebelum kembali ke titik awal.
Di tengah perjalanan, panitia menyediakan pos pembagian kupon doorprize di depan Hotel Griya Laksana.
Setelah seluruh peserta kembali, kegiatan dilanjutkan dengan line dance bersama yang berlangsung meriah.
Tak hanya diikuti perempuan dewasa, kegiatan ini juga melibatkan anak-anak, remaja, hingga sejumlah komunitas line dance yang tampil kompak mengenakan berbagai model kebaya.
Untuk semakin memperkenalkan ragam busana tradisional, PBI Grobogan juga menampilkan tiga ikon kebaya yang menjadi ciri khas organisasi, yakni Kebaya Encim, Kebaya Kartini, dan Kebaya Kutubaru.
Antusiasme masyarakat pun melebihi perkiraan panitia. Sejumlah peserta bahkan mengaku datang secara spontan setelah melihat informasi kegiatan yang dibagikan melalui media sosial.
Besarnya respons tersebut menjadi evaluasi positif bagi PBI Grobogan.
Ke depan, promosi kegiatan serupa akan dilakukan lebih awal agar semakin banyak masyarakat dapat ikut ambil bagian.
Selain mengampanyekan pelestarian budaya, dengan konsep yang santai, inklusif, dan penuh kebersamaan, PBI berharap kebaya semakin dicintai lintas generasi serta tetap lestari sebagai identitas budaya bangsa. (int)
Editor : Admin