GROBOGAN – Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Kabupaten Grobogan resmi menutup rangkaian Pemilihan Awak Kendaraan Umum Teladan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Kabupaten Grobogan Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Aula Dishub Kabupaten Grobogan, Rabu (15/7).
Dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi dan pembekalan selama dua hari, Bayu Dovanda dari PT Putra Mulya berhasil meraih juara pertama.
Sementara itu, Sulistiyanto dari PT Hilna Maju Gemilang ditetapkan sebagai juara kedua, sedangkan Muhadi dari Koperasi Maju Jaya meraih juara ketiga.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan Mundakar mengatakan, pemilihan awak kendaraan umum teladan merupakan bagian dari pembinaan terhadap pengemudi angkutan umum agar memiliki kompetensi, kedisiplinan, dan kesadaran tinggi terhadap keselamatan berlalu lintas.
Menurutnya, seorang pengemudi tidak hanya dituntut mahir mengemudikan kendaraan, tetapi juga memahami teknik berkendara yang aman, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Harapannya para pemenang bisa menjadi contoh bagi pengemudi lainnya dalam mengutamakan keselamatan dan tertib berlalu lintas," ujarnya.
Sebelum memasuki tahap penilaian akhir, seluruh peserta lebih dulu memperoleh pembekalan dari berbagai instansi.
Perwakilan PT Jasa Raharja Cabang Purwodadi, Adi, memberikan sosialisasi mengenai mekanisme pengajuan santunan kecelakaan lalu lintas beserta sejumlah kondisi yang tidak dijamin.
Di antaranya kecelakaan tunggal, pengendara yang melawan arus, kendaraan yang tidak teregistrasi, pengemudi penyebab kecelakaan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), hingga kecelakaan akibat menerobos perlintasan kereta api saat palang pintu maupun sinyal peringatan telah aktif.
Dari unsur kepolisian, Kanit Kamsel Satlantas Polres Grobogan Ipda Novi Ariani Indriyanti mengingatkan peserta agar selalu melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum beroperasi, melengkapi dokumen kendaraan, serta mematuhi aturan lalu lintas sebagai langkah sederhana untuk mencegah kecelakaan.
Menurut Novi, budaya keselamatan harus dimulai dari pengemudi karena mereka memegang peran penting dalam melindungi keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lainnya.
Melalui kegiatan ini, Dishub Grobogan berharap para pemenangtidak hanya membawa predikat sebagai awak kendaraan umum teladan, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan kerjanya masing-masing.
Dengan meningkatnya kompetensi dan profesionalisme pengemudi, angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Grobogan diharapkan terus menurun. (int)