Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Siswa ELCI School Tampil Memukau Bawakan Drama Bahasa Inggris Angkat Kisah Wayang Sumantri-Sukrasana,

Sirojul Munir • Kamis, 16 Juli 2026 | 12:23 WIB
MEMAKAU – Penampilan dari siswa ELCI School Purwodadi saat menampilkan drama dalam balutan bahasan ingris bertajuk Magada Kingdom Has Fallen pada gelaran ELCI School 6th Inauguration Program 2026 di Twenty Three Coffee, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Senin malam (13/7).
MEMAKAU – Penampilan dari siswa ELCI School Purwodadi saat menampilkan drama dalam balutan bahasan ingris bertajuk Magada Kingdom Has Fallen pada gelaran ELCI School 6th Inauguration Program 2026 di Twenty Three Coffee, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Senin malam (13/7).

 

GROBOGAN – Kisah pewayangan Nusantara kembali dihidupkan dalam balutan bahasa Inggris melalui panggung seni yang memukau. Puluhan siswa ELCI School menampilkan drama bertajuk Magada Kingdom Has Fallen pada gelaran ELCI School 6th Inauguration Program 2026 di Twenty Three Coffee, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Senin malam (13/7).

Pertunjukan yang dimulai pukul 18.00 WIB itu berlangsung meriah dan disambut antusias oleh orang tua siswa, tamu undangan, serta masyarakat yang hadir. Tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan berbahasa Inggris para siswa, pementasan tersebut juga menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada generasi muda melalui kisah pewayangan yang sarat makna.

Mengangkat cerita Sumantri dan Sukrasana yang diadaptasi ke dalam pertunjukan berbahasa Inggris, para siswa tampil percaya diri memerankan tokoh-tokoh dari Kerajaan Magada, Maespati hingga Widarba. Tata busana yang menyerupai busana kerajaan berpadu dengan penghayatan karakter yang kuat mampu menghidupkan suasana panggung sepanjang pertunjukan.

BERIKAN APRESIASI – Pradipta Sani bersama istri dr. Heni salah satu orang tua memberikan apresiasi kepada ELCI Scholll Purwodadi saat memberikan sambutan usai drama.
BERIKAN APRESIASI – Pradipta Sani bersama istri dr. Heni salah satu orang tua memberikan apresiasi kepada ELCI Scholll Purwodadi saat memberikan sambutan usai drama.

 Kisah Magada Kingdom Has Fallen berpusat pada dua saudara dengan rupa yang bertolak belakang. Sumantri digambarkan sebagai sosok yang rupawan, cerdas dan ambisius dalam menggapai cita-citanya. Sebaliknya, Sukrasana merupakan adiknya yang berwujud raksasa kerdil dengan paras yang buruk rupa, namun memiliki hati yang tulus dan penuh kasih sayang kepada sang kakak.

Demi mewujudkan ambisinya mengabdi kepada Raja Maespati, Prabu Arjuna Sasrabahu, Sumantri memilih meninggalkan Sukrasana. Pengabdiannya mengantarkannya meraih gelar tertinggi sebagai Patih Suwanda di Kerajaan Maespati. Namun, keputusan tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang yang dipenuhi konflik batin dan pengorbanan.

Dalam pengabdiannya, Sumantri mendapat tugas memboyong Dewi Citrawati, putri sulung Prabu Citradarma dari Kerajaan Magada yang akan dipersunting oleh Prabu Arjuna Sasrabahu. Sosok Dewi Citrawati digambarkan sebagai perempuan yang cantik, anggun dan berbudi luhur sehingga diperebutkan oleh banyak pihak.

Di sisi lain, Kerajaan Magada tengah menghadapi ancaman dari Kerajaan Widarba yang dipimpin Prabu Darmawasesa. Raja yang memimpin koalisi seribu kerajaan itu juga berhasrat mempersunting Dewi Citrawati hingga berhasil menguasai Kerajaan Magada.

Konflik semakin memuncak ketika Sumantri diperintahkan merebut Dewi Citrawati dari tangan Prabu Darmawasesa. Namun, takdir berkata lain. Saat pertama kali bertemu sang putri, Sumantri justru jatuh cinta kepada Dewi Citrawati. Perasaan tersebut menempatkannya dalam dilema antara kesetiaan kepada rajanya atau mengikuti kata hati.

Sementara itu, Sukrasana terus berusaha mencari sang kakak yang telah lama meninggalkannya. Ketulusan Sukrasana yang tak pernah pudar dan ambisi besar yang dimiliki Sumantri menjadi benang merah yang menyampaikan pesan mendalam tentang arti persaudaraan, pengorbanan, serta konsekuensi dari pengingkaran janji.

Melalui drama tersebut, para siswa tidak hanya dituntut mampu menghafalkan dialog dalam bahasa Inggris, tetapi juga mendalami karakter yang diperankannya. Penggunaan bahasa Inggris yang dipadukan dengan kisah pewayangan Nusantara menjadi daya tarik tersendiri dan membuktikan bahwa pembelajaran bahasa asing dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya bangsa.

Tokoh utama Sumantri diperankan dengan apik oleh Sonata, sedangkan Attaya memerankan Sukrasana atau Sukrosono. Peran Dewi Citrawati dimainkan oleh Indah, sementara Zaid tampil sebagai Prabu Citradarma, Albert sebagai Prabu Citragada dan Fatir sebagai Prabu Darmawasesa.

Sejumlah siswa lainnya juga turut ambil bagian sebagai prajurit kerajaan, anak-anak, selir hingga paduan suara yang mengiringi jalannya pertunjukan. Mereka di antaranya Ayya, Yumna, Ihsan, Alvan, Aqila, Amira, Fathma, Alma, Shafa, Gendis, Dila, Michyel, Jayden, Naufal dan Iren.

Pemimpin ELCI School Purwodadi Agung Budi Santoso mengatakan, pementasan Magada Kingdom Has Fallen menjadi bukti bahwa pembelajaran bahasa Inggris dapat dipadukan dengan penguatan karakter dan pelestarian budaya bangsa.

"Melalui panggung seni seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar berkomunikasi dalam bahasa Inggris, tetapi juga memahami nilai ketulusan, pengorbanan, tanggung jawab dan persaudaraan yang diwariskan dalam kisah-kisah klasik Nusantara," ujarnya.

Agung menambahkan, penguasaan bahasa Inggris menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan global tanpa harus meninggalkan akar budayanya sendiri.

Apresiasi juga datang dari orang tua siswa, Pradipta Sani. Ia mengaku bangga melihat putranya mampu tampil percaya diri di atas panggung setelah menjalani proses latihan yang panjang.

"Luar biasa. Anak saya belajar tentang tanggung jawab dan bagaimana menjiwai perannya. Terima kasih kepada ELCI School yang telah memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkembang," ungkapnya.

Sementara itu, dokter sekaligus pendiri Nabila Skincare, dr. Heni, mengaku terkesan dengan penampilan para siswa yang mampu menghafalkan dialog panjang dalam bahasa Inggris dan tetap bersemangat hingga akhir pertunjukan.

"Saya mengikuti dari awal sampai akhir. Anak-anak semuanya hebat. Saya melihat bagaimana mereka tetap semangat meskipun berlatih sampai malam. Ini bukan hanya tentang bahasa Inggris, tetapi juga tentang membangun rasa percaya diri mereka," katanya.

Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu modal penting untuk meraih pendidikan dan karier yang lebih luas di masa depan. Pengalamannya beberapa kali berkunjung ke luar negeri menunjukkan bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang membuka banyak peluang.

"Jangan takut salah ketika belajar bahasa Inggris. Yang penting berani mencoba dan terus belajar. Progress over perfection. Dengan kemampuan bahasa Inggris, kita bisa belajar dari mana saja dan kapan saja. Bahkan untuk meraih beasiswa luar negeri pun kemampuan bahasa Inggris sangat diperlukan," tuturnya.

Ia pun mengajak para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sejak dini. Sebab, bahasa Inggris tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga jembatan untuk mengakses ilmu pengetahuan dan memperluas kesempatan di masa depan.

Tepuk tangan panjang dari para hadirin pada penghujung pertunjukan menjadi apresiasi atas kerja keras para siswa dan seluruh pihak yang terlibat. Malam itu, Twenty Three Coffee tak sekadar menjadi tempat berkumpul, melainkan menjelma menjadi panggung yang mempertemukan bahasa, budaya, dan kreativitas generasi muda dalam sebuah kisah pewayangan yang penuh makna. Melalui Magada Kingdom Has Fallen, nilai-nilai luhur Nusantara pun kembali hidup dan disampaikan dengan bahasa yang mampu menembus batas dunia.(mun)

Ini Nama – nama  Pemeran Drama bahasa Ingris bertajuk Magada Kingdom Has Fallen pada gelaran ELCI School 6th Inauguration Program 2026 di Twenty Three Coffee, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Senin malam (13/7).

  1. Sonata Binta Pratama sebagai Sumantri
  2. Attaya Rosyid Hisyam sebagai Sukrosono
  3. Indah Wulansari sebagai  Dewi Citrawati
  4. Tyurayya Hagia Sophia sebagai  Soldier
  5. Yumna Puspawarna sebagai Kids
  6. Muhamma Ihsan Arshaka sebagai  Kids
  7. Khalvani Qibya Abar sebagai Soldier
  8. Zaid Hisbullah sebagai Prabu Citradarma
  9. Aqila Maulidya Keirani sebagai Soldier
  10. Amira Anggun Falihah sebagai Soldier
  11. Fathma Naila Husna sebagai Soldier
  12. Egalia Kalma Pramudian sebagai Soldier
  13. Shafa Sintani Zida sebagai Soldier
  14. Akhira Salwa Nabila sebagai Soldier
  15. Gendis Puspa Wening sebagai Selir
  16. Audyla Putri  Nayla Arif sebagai  Soldier
  17. Albert Christian Cahyo Putra sebagai Prabu Citragada
  18. Fatir Saka Pratama sebagi Prabu Darmawasesa
  19. Naning Anisah Magfiroh sebagai Choir  
  20. Michyel Ketrina Putri Supriyad sebagai Choir
  21. Jayden Katrina Arimurti sebagai Choir
  22. Naufal Malik Hamizan sebagai  Soldier
  23. Iren Fransiska Manihuruk sebagai Choir

 

 

Editor : Admin
ELCI School Purwodadi Drama Bahasa Inggris Antusias Siswa grobogan hari ini