Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Pernikahan Dini di Grobogan Nomor Dua Tertinggi di Jateng

Intan Maylani • Jumat, 10 Juli 2026 | 06:48 WIB
(Ilustrasi pernikahan dini/AI)
(Ilustrasi pernikahan dini/AI)

GROBOGAN – Angka pernikahan dini di Kabupaten Grobogan menjadi sorotan. Sepanjang semester pertama 2026, Grobogan menempati peringkat kedua tertinggi di Jawa Tengah.

Data tersebut diungkapkan Ketua Pengadilan Agama Purwodadi, Abdul Rouf, kondisi itu dinilai menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

"Ini tantangan bagi kita. Bagaimana koordinasi semua pihak bisa menekan angka pernikahan dini di Grobogan," ujar Rouf.

Ia menjelaskan, selama Januari hingga Juni 2026 tercatat 260 permohonan dispensasi nikah masuk ke Pengadilan Agama Purwodadi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 216 perkara telah diputus.

Menurut Rouf, tingginya angka dispensasi nikah dipicu berbagai faktor.

Salah satunya adalah pergaulan bebas di kalangan remaja yang menyebabkan sebagian pemohon mengajukan dispensasi karena kehamilan di luar nikah.

"Sebagian memang karena sudah terlanjur hamil. Tetapi tidak semuanya seperti itu," katanya.

Selain itu, rendahnya kualitas sumber daya manusia dan faktor kemiskinan juga menjadi penyebab tingginya angka pernikahan dini di Grobogan.

Banyak orang tua dengan tingkat pendidikan rendah yang dinilai belum memiliki pemahaman cukup mengenai dampak pernikahan usia anak.

"Itu faktor SDM. Orang tua yang pendidikannya rendah, hanya lulusan SD, ditambah kemiskinan yang turun-temurun juga menjadi persoalan," jelasnya.

Karena itu, Pengadilan Agama meminta seluruh instansi terkait memperkuat upaya pencegahan.

DP3AKB, sekolah, KUA, psikolog, hingga lembaga pendamping anak didorong lebih masif memberikan edukasi kepada remaja dan orang tua agar angka pernikahan dini di Grobogan dapat ditekan.

"Kami berharap semua instansi terkait bisa memaksimalkan perannya agar angka pernikahan dini terus menurun," tandas Rouf. (int)

Editor : Admin
#grobogan