GROBOGAN – Sebuah tempat usaha penggorengan tahu di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, dilalap api pada Selasa (7/7) malam. Kebakaran menghanguskan sebagian bangunan produksi yang didominasi material kayu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta.
Korban diketahui bernama Darkoni, 55, warga Desa Sugihmanik. Api membakar bangunan usaha yang berada di bagian belakang rumahnya. Berkat kesigapan warga, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke rumah maupun bangunan lain di sekitarnya.
Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama melalui Kapolsek Tanggungharjo AKP Duddy Lukman Prabowo menjelaskan, sebelum kejadian korban bersama para karyawannya telah menyelesaikan aktivitas menggoreng tahu sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah pekerjaan selesai, para pekerja berpamitan pulang, sementara korban masih berada di lokasi untuk memastikan seluruh aktivitas produksi telah berakhir.
Sebelum meninggalkan tempat usaha, korban memadamkan tungku penggorengan yang menggunakan bahan bakar bonggol atau tongkol jagung dengan cara menyiramnya menggunakan air. Karena merasa api telah padam, korban kemudian menghadiri acara arisan keluarga yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi usaha.
Namun sekitar pukul 20.30 WIB, seorang tetangga melihat kobaran api muncul dari area dapur penggorengan tahu. Saksi langsung berteriak meminta pertolongan sehingga warga sekitar berdatangan untuk membantu memadamkan api.
Dengan menggunakan peralatan seadanya, warga bergotong royong melakukan pemadaman. Sekitar 30 menit kemudian api berhasil dikendalikan sehingga tidak sempat merambat ke bangunan lain di lingkungan permukiman.
Usai api padam, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanggungharjo. Petugas piket SPKT bersama personel Reskrim dan Bhabinkamtibmas Desa Sugihmanik kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil pemeriksaan menunjukkan titik awal kebakaran berada di area tungku penggorengan. Api diduga merambat ke dinding kayu yang berjarak sekitar 50 sentimeter dari tungku, kemudian menjalar ke bagian usuk, belandar, hingga atap bangunan.
Bangunan tempat usaha berukuran sekitar 9 x 9 meter dengan tinggi kurang lebih lima meter tersebut sebagian besar menggunakan konstruksi kayu. Material yang mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar dan menghanguskan sejumlah bagian bangunan, mulai dari dinding papan, tiang penyangga, belandar, usuk hingga atap.
"Dari hasil olah TKP, penyebab kebakaran diduga berasal dari bara api pada tungku penggorengan berbahan bakar bonggol jagung yang belum padam sepenuhnya. Bara tersebut kemudian menyambar dinding kayu di dekat tungku hingga api membesar dan membakar bangunan tempat usaha," ujar AKP Duddy Lukman Prabowo.
Akibat kejadian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp20 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
Kapolsek mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha rumahan yang masih menggunakan tungku berbahan bakar kayu, sekam, maupun bonggol jagung, agar lebih teliti sebelum meninggalkan lokasi usaha.
"Pastikan bara api benar-benar padam sebelum meninggalkan tempat usaha. Jangan menganggap api sudah mati hanya karena tidak terlihat menyala, sebab bara yang masih tersisa dapat kembali memicu kebakaran. Kewaspadaan dan pemeriksaan kembali sebelum meninggalkan lokasi merupakan langkah untuk mencegah terjadinya kebakaran," pungkasnya. (mun)
Editor : Admin