Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Usai Penyesuaian AHSP, 37 Proyek Sungai di Grobogan Siap Dilelang

Intan Maylani Sabrina • Senin, 6 Juli 2026 | 15:15 WIB
(Kabid Persungaian Dinas PUPR Grobogan Slamet S.)
(Kabid Persungaian Dinas PUPR Grobogan Slamet S.)

GROBOGAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Grobogan segera melelang 37 paket pekerjaan perkuatan tebing dan normalisasi sungai dengan nilai sekitar Rp 6 miliar. 

Puluhan paket tersebut sempat tertunda karena harus menyesuaikan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) sesuai ketentuan terbaru dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).

Kabid Persungaian dan Embung DPUPR Grobogan, Slamet Setiyono, mengatakan penyesuaian AHSP dilakukan mengacu pada Surat Edaran Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PU Nomor 47 Tahun 2026. 

Setelah proses tersebut rampung, dokumen pengadaan mulai diajukan ke Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) atau ULP Setda Grobogan.

"Penyesuaian AHSP sudah selesai. Sekarang sudah masuk tahap input ke UKPBJ untuk proses pengadaan," ujar Slamet.

Ia menjelaskan, pada 2026 ini terdapat 40 paket pekerjaan terkait sungai dan embung.

Tiga paket di antaranya telah lebih dahulu dilaksanakan melalui percepatan proyek pada awal tahun, sehingga tersisa 37 paket yang kini bersiap memasuki proses lelang.

Tiga paket yang telah rampung meliputi penguatan tebing di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, pasangan talud sungai di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, serta perkuatan tebing Sungai Suru di Kecamatan Geyer. 

"Seluruh pekerjaan tersebut telah selesai pada Maret 2026. Karena kontraknya ditandatangani sejak Desember tahun sebelumnya," ujarnya.

Menurut Slamet, sebagian besar paket yang akan dilelang berupa penguatan tebing, dan normalisasi sungai yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Grobogan. 

Kegiatan tersebut merupakan program rutin untuk menjaga kondisi sungai sekaligus mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.

"Tujuan utamanya untuk mengurangi risiko banjir, mencegah gerusan tebing sungai, serta menjaga kapasitas aliran sungai agar tetap optimal, terutama saat musim hujan," katanya.

Ia berharap proses pengadaan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga pekerjaan fisik segera dimulai dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini rawan banjir dan abrasi tebing sungai. (int)

Editor : Admin
#ahsp #grobogan #normalisasi sungai #dinas pupr