GROBOGAN– Bupati Grobogan Setyo Hadi melantik dan mengambil sumpah jabatan lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Grobogan, Jumat (3/7/2026).
Lima pejabat yang dilantik yakni Kukuh Prasetyo Rusady sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Kemasyarakatan, dan SDM, Widodo Joko Nugroho sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Wakid Mutowal sebagai Kepala Dinas Pertanian.
Abdul Munib Susanto sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta dr Yusriyani sebagai Direktur RSUD dr R Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.
Dalam pelantikan tersebut, Bupati menegaskan para pejabat yang baru dilantik harus langsung bekerja optimal tanpa perlu berlama-lama beradaptasi demi mempercepat pelayanan dan pembangunan di Kabupaten Grobogan.
Dalam sambutannya, Setyo Hadi menegaskan pelantikan tersebut bukan sekadar mengisi jabatan yang kosong, melainkan memastikan posisi strategis ditempati oleh orang-orang yang siap bekerja, mampu mengambil keputusan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Seluruh tahapan seleksi, kata dia, telah dilaksanakan sesuai ketentuan mulai dari proses panitia seleksi hingga mendapatkan rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Yang lebih penting adalah memastikan jabatan yang kosong benar-benar diisi orang-orang yang siap bekerja, siap memberikan hasil, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat," tegasnya.
Bupati mengatakan, sebagian besar pejabat yang dilantik berasal dari internal organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing.
Mereka dinilai telah memahami ritme organisasi, mengenali berbagai persoalan yang dihadapi, hingga ikut menyusun program kerja.
Karena itu, tidak ada alasan untuk menghabiskan waktu beradaptasi.
"Panjenengan sudah mengetahui ritme organisasi, memahami persoalan yang ada, bahkan ikut menyusun program. Dulu mungkin hanya membantu mengambil keputusan, sekarang menjadi pengambil keputusan sekaligus eksekutor. Saya menunggu percepatan kinerjanya," ujarnya.
Secara khusus, Setyo Hadi meminta Kepala Dinas Pertanian yang baru, Wakid Mutowal, agar lebih banyak turun ke lapangan dan hadir di tengah para petani.
Menurutnya, sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian Grobogan sehingga setiap kebijakan harus benar-benar menjawab kebutuhan petani.
Ia juga mengingatkan Wakid yang masih tergolong muda sebagai kepala dinas agar mampu mengendalikan emosi, bijak dalam mengambil keputusan, serta memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang produktif.
Kepada Direktur RSUD dr R Soedjati Soemodiardjo Purwodadi, dr Yusriyani, Bupati menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Menurutnya, masyarakat datang ke rumah sakit bukan hanya melihat fasilitas yang tersedia, tetapi berharap memperoleh pelayanan terbaik dan bisa kembali sehat.
"Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya fasilitas yang baik, tetapi juga pelayanan yang ramah, cepat, teliti, dan profesional," katanya.
Setyo Hadi mengingatkan, tantangan sebagai direktur rumah sakit berbeda ketika masih menjadi pejabat fungsional.
Kini, sebagai pejabat struktural, dr Yusriyani harus mampu memimpin organisasi sekaligus menjadi pengambil keputusan yang penuh ketelitian.
Sementara kepada Kepala DPMPTSP Abdul Munib Susanto, Bupati meminta pelayanan perizinan semakin mudah, cepat, transparan, dan inovatif.
Ia menegaskan DPMPTSP harus menjadi penanggung jawab utama agar seluruh proses perizinan selesai dari awal hingga akhir tanpa ada lagi saling melempar tanggung jawab.
"Jangan ada lagi saling lempar permasalahan. Buat pelayanan perizinan semudah mungkin dan se-inovatif mungkin sehingga masyarakat benar-benar merasakan kemudahan," tegasnya.
Kepada Widodo Joko Nugroho yang menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bupati berharap mampu menjadi motor koordinasi berbagai persoalan strategis lintas OPD, bukan sekadar menunggu disposisi dari Bupati, Wakil Bupati, maupun Sekretaris Daerah.
Sedangkan kepada Kukuh Prasetyo Rusady yang dipercaya sebagai Staf Ahli Bupati, Setyo Hadi menegaskan jabatan tersebut bukanlah posisi yang tidak penting.
Justru banyak kajian strategis yang dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan kepala daerah dalam mengambil kebijakan.
"Jangan sampai kajiannya malah membuat bingung Bupati maupun OPD. Berikan telaah yang tajam dan solutif," pesannya.
Di akhir sambutannya, Setyo Hadi kembali mengingatkan bahwa jabatan bukan hadiah maupun penghargaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, masyarakat tidak akan menilai lamanya seseorang menduduki jabatan, tetapi seberapa besar manfaat dan hasil kerja yang diberikan selama mengemban amanah tersebut. (int)
Editor : Admin