Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Disdik Grobogan Lakukan Monev SPMB Daring, Ini Temuannya

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 23 Juni 2026 | 14:15 WIB
MONEV: Kabid Pembinaan SD Disdik Grobogan M Irfan saat monev SPMB daring di SDN 4 Purwodadi.
MONEV: Kabid Pembinaan SD Disdik Grobogan M Irfan saat monev SPMB daring di SDN 4 Purwodadi.

GROBOGAN– Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan hari kedua Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) daring jenjang SD di SDN 4, SDN 12, dan SDN 16 Purwodadi, Selasa (23/6).

Hasil pemantauan menunjukkan pelaksanaan SPMB pada hari kedua berlangsung lebih lancar dibanding hari pertama. Sejumlah kendala teknis yang sempat muncul sebelumnya juga telah berhasil di atasi.

Kabid Pembinaan SD Disdik Grobogan, M. Irfan, mengatakan pada hari kedua sempat terjadi gangguan pada sistem pemeringkatan calon murid.

Akibatnya, urutan berdasarkan usia belum terbaca dengan benar. Namun, kendala tersebut telah diperbaiki sehingga proses seleksi kembali berjalan normal.

"Pada hari kedua hanya sempat terjadi gangguan pada sistem pemeringkatan calon murid. Yang usianya lebih tua seharusnya berada di atas, sekarang sudah dibetulkan dan berjalan lancar," ujarnya.

Selain itu, Disdik juga memastikan persoalan titik domisili yang terjadi pada hari pertama telah terselesaikan.

Sebelumnya, sejumlah calon murid yang berdomisili di sekitar Pasar Induk Purwodadi belum terbaca masuk dalam ring wilayah sekolah karena data lokasi belum diperbarui.

"Seluruh data lokasi sudah diperbarui sehingga proses seleksi kini berjalan sesuai ketentuan," jelasnya.

Menurut Irfan, penerapan SPMB daring tidak hanya mempermudah proses pendaftaran, tetapi juga meningkatkan transparansi dalam penerimaan murid baru.

Seluruh proses dilakukan melalui sistem sehingga peluang praktik titip siswa dapat diminimalkan.

"Adanya SPMB daring lebih efisien, aman, dan semua proses dilakukan melalui sistem. Orang tua bisa mendaftar dari mana saja, sedangkan panitia sekolah juga lebih ringan karena seluruh data sudah terintegrasi," katanya.

Orang tua juga dapat memantau posisi pemeringkatan calon murid secara langsung tanpa harus datang ke sekolah.

Tahun ini terdapat enam SD negeri di Kecamatan Purwodadi yang menerapkan SPMB daring, yakni SDN 2, SDN 3, SDN 4, SDN 9, SDN 12, dan SDN 16 Purwodadi.

Sementara itu, Kepala SDN 4 Purwodadi, Fera Andriana, menegaskan sistem daring membuat proses penerimaan peserta didik baru lebih terbuka karena seluruh peserta diseleksi berdasarkan data yang masuk ke sistem.

"Kami tegaskan tidak ada titip-titipan. Meskipun kakaknya sudah sekolah di sini, tetap tidak otomatis diterima. Semua mengikuti hasil seleksi sistem," tegasnya.

Fera mengatakan, pada hari pertama masih banyak orang tua yang datang ke sekolah karena mengalami kesulitan mengakses sistem, terutama akibat data asal TK yang belum seluruhnya terverifikasi.

Setelah dilakukan pembaruan data, proses pendaftaran kini berlangsung lebih lancar.

SDN 4 Purwodadi tahun ini membuka dua rombongan belajar dengan total kuota 56 murid baru. Meski pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri, sekolah tetap menyediakan layanan konsultasi bagi orang tua yang membutuhkan pendampingan selama proses SPMB berlangsung. (int)

Editor : Admin
#daring #grobogan #Monev #spmb