Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Grobogan Resmi Kick Off Smart PSC 119, Gandeng Korea Perkuat Layanan Darurat Berbasis Teknologi

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 23 Juni 2026 | 13:14 WIB
KICK OFF CEREMONY: Bupati Grobogan Setyo Hadi bersama National IT Industry Promotion Agency (NIPA) Republik Korea dan perusahaan teknologi PT Beomho Korea saat kick off ceremony.
KICK OFF CEREMONY: Bupati Grobogan Setyo Hadi bersama National IT Industry Promotion Agency (NIPA) Republik Korea dan perusahaan teknologi PT Beomho Korea saat kick off ceremony.

GROBOGAN- Pemkab Grobogan resmi memulai implementasi program Smart Public Safety Center (PSC) 119 melalui Kick-off Ceremony yang menjadi penanda dimulainya kerja sama internasional dengan National IT Industry Promotion Agency (NIPA) Republik Korea dan perusahaan teknologi PT Beomho Korea.

Bupati Grobogan Setyo Hadi menegaskan, terpilihnya Kabupaten Grobogan sebagai penerima Program Hibah Smart PSC 119 merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk kepercayaan dari Pemerintah Republik Korea terhadap komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Republik Korea melalui NIPA dan PT Beomho yang telah mendukung Kabupaten Grobogan sehingga lolos menerima program hibah Smart PSC 119.

Ini menjadi awal kerja sama strategis yang akan memperkuat sistem pelayanan kedaruratan di Grobogan," ujar Setyo Hadi.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan selamat datang kepada Deputi Direktur NIPA Republik Korea Tae-Joon Hong dan Kim Sung Kwon, serta jajaran PT Beomho Korea yang hadir langsung dalam seremoni tersebut.

Menurut Setyo Hadi, Grobogan memiliki tantangan tersendiri dalam menyelenggaraan pelayanan publik karena merupakan kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah dengan luas wilayah sekitar 202 ribu hektare, terdiri atas 19 kecamatan, 280 desa dan kelurahan, serta jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa.

Kondisi geografis yang luas tersebut, kata dia, membutuhkan sistem pelayanan darurat yang mampu menjangkau masyarakat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Ia mengungkapkan, data menunjukkan persoalan keselamatan lalu lintas di Grobogan masih memerlukan perhatian serius.

Tingginya angka kejadian kecelakaan maupun korban meninggal  dunia di sejumlah titik rawan menjadi alasan penting perlunya penguatan layanan Public Safety Center (PSC) 119.

Dalam tiga tahun terakhir tercatat 1.034 kecelakaan pada 2023 dengan 81 korban meninggal dunia, meningkat menjadi 1.148 kejadian pada 2024 dengan 175 korban meninggal, sedangkan 2025 tercatat 1.068 kecelakaan dengan 157 korban meninggal dunia.

Selain itu, pemetaan Dishub menunjukkan terdapat 25 area rawan kecelakaan, 10 kawasan sangat rawan, 10 titik black spot, serta 38 titik kejadian yang menjadi perhatian utama.

Beberapa lokasi prioritas berada di wilayah Jono (Tawangharjo), Godong, Ngeluk (Penawangan), Gebangan (Tegowanu), hingga Putat (Purwodadi).

"Kita ingin PSC 119 yang telah ada semakin diperkuat sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi saat terjadi keadaan darurat, baik kecelakaan lalu lintas, kegawatdaruratan medis, maupun kejadian lain yangmembutuhkan respons segera," tegasnya.

Setyo Hadi menjelaskan, Smart PSC 119 bukan sekadar menghadirkan aplikasi baru, melainkan membangun sistem pelayanan kedaruratan berbasis teknologi informasi yang mampu mempercepat koordinasi lintas instansi, membantu petugas mengambil keputusan secara cepat hingga mempercepat proses rujukan pasien ke fasilitas kesehatan.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern melalui pemanfaatan teknologi digital.

"Program ini sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Grobogan dalam memperkuat pelayanan publik yang modern, responsif, berbasis data, sekaligus mendukung terwujudnya smart city," jelasnya.

Bupati menegaskan, pelaksanaan Kick-off Ceremony bukan hanya seremoni semata, melainkan menjadi tonggak dimulainya kolaborasi jangka panjang antara Pemerintah Kabupaten Grobogan, NIPA Republik Korea, dan PT Beomho Korea. (int)

Editor : Admin
#kick off ceremony #grobogan #korea selatan #psc 119