GROBOGAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan menyerahkan santunan kematian kepada keluarga Yasmiati, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Guyangan, Kecamatan Godong, yang meninggal dunia akibat insiden kebakaran di Hong Kong pada November 2025.
Benyerahan bantuan dilakukan di kediaman keluarga korban pada Sabtu (20/6/2026).
Santunan diterima langsung oleh suami korban, Karnoto. Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian Palang Merah Hong Kong (Hong Kong Red Cross/HKRC) yang disalurkan melalui PMI Pusat bersama PMI Kabupaten Grobogan kepada keluarga korban.
Nilai bantuan yang diberikan mencapai Rp 32.190.000, terdiri atas bantuan biaya pemakaman sebesar Rp 21.460.000 dan bantuan dana bulan Juni sebesar Rp 10.730.000.
Selain santunan, keluarga juga akan menerima pendampingan psikososial selama satu tahun, mulai Juni 2026 hingga Juni 2027.
Ketua PMI Kabupaten Grobogan, Moh. Sumarsono, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk nyata solidaritas kemanusiaan kepada keluarga Pekerja Migran Indonesia yang menjadi korban musibah saat bekerja di luar negeri.
Ia menyampaikan apresiasi kepada PMI Pusat dan Palang Merah Hong Kong yang telah memberikan perhatian kepada keluarga korban.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Pusat dan Palang Merah Hong Kong atas bantuan biaya pemakaman dan bantuan dana yang diberikan kepada keluarga Yasmiati. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan," ujarnya.
Menurut Sumarsono, pendampingan yang diberikan PMI tidak hanya berfokus pada bantuan materi.
Dukungan psikososial juga menjadi bagian penting agar keluarga mampu melewati masa duka dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.
"Program dukungan psikososial akan berlangsung selama satu tahun. Kami berharap pendampingan ini dapat memberikan kekuatan dan semangat bagi keluarga dalam menghadapi kehilangan serta mendukung tumbuh kembang anak-anak almarhumah," katanya.
Sedangkan suami korban, Karnoto menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan PMI dan Palang Merah Hong Kong.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya yang kini harus melanjutkan kehidupan tanpa kehadiran almarhumah.
"Saya bersama keluarga mengucapkan terima kasih kepada PMI dan Palang Merah Hong Kong yang telah memberikan santunan serta pendampingan psikososial kepada kami.
Bantuan ini sangat membantu, terutama untuk memenuhi kebutuhan anak-anak kami yang masih bersekolah di bangku sekolah dasar," ungkapnya.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala Seksi Pelayanan PMI Kabupaten Grobogan, Gesit Kristyawan.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Grobogan, Djasman, mengatakan PMI berkomitmen memberikan pelayanan kemanusiaan secara menyeluruh, tidak hanya saat terjadi bencana atau musibah, tetapi juga melalui pendampingan kepada keluarga korban.
"Melalui bantuan ini, kami berharap beban keluarga yang ditinggalkan dapat sedikit berkurang. Pendampingan psikososial yang diberikan juga diharapkan mampu menguatkan keluarga agar tetap optimistis menjalani kehidupan di masa mendatang," ujarnya.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kolaborasi kemanusiaan antara PMI dan Palang Merah Hong Kong dalam memberikan perlindungan serta perhatian kepada keluarga Pekerja Migran Indonesia yang menjadi korban musibah di luar negeri. (int)
Editor : Admin