GROBOGAN – Tiga rumah warga di Dusun Ngamblek, Desa Tunjungharjo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Rabu (17/6) malam terbakar. Diduga akibat korsleting listrik, kobaran api menghanguskan dua rumah warga dan merusak satu rumah lainnya. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp105 juta.
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 18.30 WIB. Api diduga berasal dari rumah milik Karnoto, 44, warga Desa Tunjungharjo. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian sekitar pukul 19.00 WIB.
Plt Kapolsek Tegowanu AKP Abdul Kadir menjelaskan, seorang warga yang berada di depan rumah korban melihat kobaran api muncul dari salah satu kamar rumah tersebut. Menyadari adanya kebakaran, saksi langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar.
“Saksi yang melihat api langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Namun saat hendak masuk ke dalam rumah, pintu dalam keadaan terkunci karena pemilik rumah sedang berada di luar daerah untuk menjenguk orang sakit,” ujarnya.
Kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api dengan cepat membesar. Ditambah jarak antar rumah yang berdekatan, kobaran api dengan mudah menjalar ke bangunan di sebelah timur lokasi kejadian.
Akibatnya, dua rumah milik Karnoto dan satu rumah milik Suhardi, 49, terbakar hingga rata dengan tanah. Sementara rumah milik Abdul Wakop, 47, mengalami kerusakan pada bagian dinding kayu akibat terkena jilatan api.
Warga setempat sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Tak lama kemudian, petugas gabungan dari Polsek Tegowanu, Damkar Kabupaten Grobogan, Damkar Kabupaten Demak, serta warga sekitar bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengamanan.
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Grobogan dan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Demak diterjunkan ke lokasi. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api dan mencegahnya merembet ke rumah-rumah lain.
Usai proses pemadaman, petugas kepolisian bersama instansi terkait melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan sementara, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu kamar rumah milik Karnoto.
“Berdasarkan hasil olah TKP sementara, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di kamar rumah korban dan kemudian menjalar ke bangunan lain di sekitarnya,” terang AKP Abdul Kadir.
Dalam penyelidikan tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa sisa kabel listrik sepanjang sekitar tujuh meter yang ditemukan dalam kondisi terbakar.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp105 juta.
AKP Abdul Kadir mengapresiasi kesigapan warga yang turut membantu proses pemadaman sehingga kebakaran tidak meluas. Menurutnya, sinergi antara masyarakat, petugas pemadam kebakaran, PLN, dan kepolisian menjadi faktor penting dalam penanganan kejadian tersebut.
Memasuki musim kemarau, ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Cuaca panas dan kondisi lingkungan yang kering dinilai dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.
“Memasuki musim kemarau, kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, baik yang disebabkan oleh korsleting listrik maupun faktor kelalaian lainnya. Pastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik, hindari penggunaan stop kontak secara berlebihan atau bertumpuk, serta segera ganti kabel yang sudah rusak atau terkelupas,” tegasnya.
Selain itu, warga juga diminta tidak meninggalkan peralatan elektronik dalam keadaan menyala saat rumah kosong serta memastikan kompor, lilin, maupun sumber api lainnya benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
“Apabila menemukan tanda-tanda gangguan pada instalasi listrik seperti percikan api, bau kabel terbakar, atau meteran listrik yang tidak normal, segera laporkan agar dilakukan pemeriksaan oleh petugas yang berkompeten. Pencegahan sejak dini sangat penting untuk menghindari terjadinya kebakaran yang dapat mengancam keselamatan jiwa maupun menimbulkan kerugian material,” pungkasnya. (mun)
Editor : Admin