GROBOGAN – Sebanyak 1.000 anak yatim piatu di Kabupaten Grobogan menerima santunan dalam kegiatan Gebyar 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Grobogan, Rabu (17/6/2026).
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Grobogan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan.
Bupati Grobogan Setyo Hadi menyampaikan apresiasi kepada Baznas dan Dinas Pendidikan yang telah menggagas program santunan anak yatim pada momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Menurutnya, Muharam dikenal sebagai "Lebaran Anak Yatim" sehingga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial dan berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian.
"Melalui kegiatan ini kami berharap kepedulian sosial dan silaturahim masyarakat Grobogan semakin kuat. Anak-anak yatim harus mendapatkan perhatian dan dukungan agar dapat tumbuh serta meraih cita-citanya," ujarnya.
Setyo Hadi juga mengucapkan terima kasih kepada para mitra yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, di antaranya Bank Jateng, Bank Jateng Syariah, Bank BKK Purwodadi, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Kepada para penerima santunan, Bupati berpesan agar bantuan yang diterima menjadi penyemangat untuk terus belajar, beribadah, dan menggapai masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Ketua Baznas Grobogan Ari Widodo menjelaskan, santunan yang diberikan kepada setiap anak sebesar Rp 200 ribu.
Total dana yang disalurkan dalam kegiatan tersebut mencapai Rp 200 juta.
"Ini merupakan wujud kepedulian Baznas kepada anak-anak yatim. Nilainya memang tidak besar karena penghimpunan dana kami juga masih terbatas, tetapi yang terpenting adalah perhatian dan kepedulian kepada mereka," katanya.
Ari mengungkapkan, penghimpunan dana Baznas Grobogan saat ini berkisar Rp 8 miliar per tahun dan digunakan untuk berbagai program sosial, kemanusiaan, serta pendidikan.
Karena itu, pihaknya berharap penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Grobogan dapat terus meningkat sehingga jumlah penerima manfaat maupun nilai bantuan yang diberikan ke depan bisa lebih besar.
Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Purnyomo mengungkapkan, penerima santunan merupakan siswa SD yatim/yatim piatu yang menyebar di sejumlah korwilcam.
"Dengan kolaborasi tersebut menjadi langkah positif untuk membangun kepedulian di lingkungan pendidikan. Semoga ini menginisiasi gerakan yang lebih luas di dunia pendidikan sehingga semakin banyak peserta didik kurang mampu yang mendapatkan perhatian dan bantuan," ujarnya. (int)
Editor : Admin