GROBOGAN – Suasana haru dan bangga mewarnai pelepasan siswa kelas VI MI Unggulan Jabalul Khoir Simpang Lima Purwodadi, Senin (15/6). Sebanyak 138 siswa angkatan VII Tahun Ajaran 2025/2026 resmi dilepas dalam acara yang digelar di serambi Masjid Jabalul Khoir.
Acara tersebut dihadiri pengurus yayasan, guru, wali murid, serta seluruh siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan selama enam tahun di madrasah tersebut.
Acara tersebut memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi akademik, penghargaan kepada siswa penghafal Alquran lima juz mulai juz 26, 27, 28, 29 dan 30 dari kelas tahfid.
Di mana dari sekolah tersebut syarat kelulusan harus hafal juz 30 dari Al Quran.
Kepala MI Unggulan Jabalul Khoir Budi Utomo mengungkapkan, para siswa yang diwisuda merupakan anak-anak pilihan yang berhasil lolos dari proses seleksi ketat saat mendaftarkan diri enam tahun lalu.
Ia mengenang, saat itu jumlah pendaftar mencapai sekitar 250 anak. Namun karena keterbatasan kuota, madrasah hanya menerima sekitar 140 siswa dan akhirnya tercatat 138 siswa yang mengikuti pendidikan hingga lulus.
“Enam tahun lalu bapak ibu menitipkan putra-putrinya kepada kami. Hari ini kami serahkan kembali dalam keadaan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” ujarnya.
Budi Utomo mengaku bangga bisa mendampingi para siswa selama enam tahun terakhir. Menurutnya, rentang waktu tersebut terasa singkat karena para siswa yang dahulu datang sebagai anak-anak kecil kini telah tumbuh menjadi remaja yang siap menghadapi tantangan baru.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada MI Unggulan Jabalul Khoir.
“Terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah membersamai kami selama enam tahun. Keberhasilan anak-anak hari ini adalah hasil kerja sama antara sekolah dan keluarga,” katanya.
Budi Utomo menambahkan, ijazah yang diterima para siswa bukan sekadar dokumen kelulusan, tetapi menjadi bagian dari perjalanan panjang pendidikan yang akan terus melekat dalam rekam jejak mereka.
Ia juga mengenang perkembangan madrasah yang kini semakin maju dibanding saat awal berdiri. Berbagai fasilitas pendidikan terus dibangun untuk menunjang kegiatan belajar mengajar bagi sekitar 700 siswa yang saat ini menempuh pendidikan di MI Unggulan Jabalul Khoir.
Dari 138 siswa yang lulus tahun ini, sekitar 30 persen telah diterima di sejumlah sekolah favorit baik di dalam maupun luar Kabupaten Grobogan. Beberapa di antaranya melanjutkan pendidikan ke Kudus, Pati, Sragen, Boyolali hingga Karanganyar.
“Kami mengucapkan selamat kepada anak-anak yang sudah diterima di sekolah pilihan. Semoga menjadi awal perjalanan yang baik untuk meraih cita-cita,” imbuhnya.
Perwakilan siswa kelas VI, Almira Wikatama, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru yang telah membimbing mereka selama menempuh pendidikan di madrasah tersebut.
”Nasehat dan ilmu yang diberikan bapak ibu guru akan kami bawa terus untuk masa depan kami,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan wali murid, Muhammad Qodri, mengingatkan para lulusan agar terus menuntut ilmu setinggi mungkin. Menurutnya, keberhasilan dunia dan akhirat hanya dapat diraih melalui ilmu pengetahuan.
“Barang siapa menginginkan kebahagiaan dunia maka dengan ilmu, dan barang siapa menginginkan kebahagiaan akhirat juga dengan ilmu. Begitu juga keduanya harus dengan ilmu. Maka teruslah belajar dan menuntut ilmu,” pesannya.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Jabalul Khoir Muhamad Arifin juga memaparkan perkembangan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungannya. MI Unggulan Jabalul Khoir yang berdiri pada 2014 terus berkembang dengan sistem pembelajaran hingga sore hari yang dipadukan dengan pendidikan keagamaan.
Salah satu program unggulan madrasah adalah target hafalan Al-Qur'an, minimal Juz 30 bagi seluruh siswa. Bahkan tidak sedikit siswa yang mampu menghafal lebih dari satu juz selama menempuh pendidikan.
Selain itu, yayasan terus melakukan pengembangan unit pendidikan. Setelah membuka MI 02 di Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi pada 2020, tahun ini yayasan juga mulai mengembangkan MI 03 yang berada di kawasan belakang kompleks kantor Dinas Ketahanan Pangan Grobogan.
Pengurus yayasan menjelaskan, konsep sekolah hingga sore hari dipilih untuk memberikan ruang pembelajaran yang lebih luas, baik akademik maupun pendidikan karakter dan keagamaan. Berbagai fasilitas pendukung juga terus ditingkatkan, termasuk ruang kelas berpendingin udara yang membuat siswa lebih nyaman saat belajar.
Pelepasan siswa kelas VI tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan enam tahun para lulusan di MI Unggulan Jabalul Khoir. Namun bagi para guru dan orang tua, momen itu bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan baru menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan masa depan yang lebih luas. (mun)
Editor : Admin