Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tiga Desa Jadi Pilot Project, 56 Anak Putus Sekolah di Grobogan Siap Kembali Belajar

Intan Maylani Sabrina • Minggu, 14 Juni 2026 | 15:42 WIB
PKBM: Sejumlah anak yang kembali ke sekolah saat mengikuti pembelajaran di PKBM.
PKBM: Sejumlah anak yang kembali ke sekolah saat mengikuti pembelajaran di PKBM.

GROBOGAN – Tiga desa di Kabupaten Grobogan menjadi pilot project pelaksanaan Program Proper Siap Gulung Anak Tidak Sekolah (ATS).

Hasilnya, sebanyak 56 anak dari total 119 ATS di telah menyatakan siap kembali mengenyam pendidikan.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan, Suprojo, mengatakan tiga desa yang menjadi pilot project itu adalah Desa Anggaswangi (Godong), Desa Pulutan (Penawangan) dan Desa Mojoagung (Karangrayung)

Menurutnya, tim saat ini masih melakukan pendataan dan pendampingan terhadap ATS yang telah memutuskan kembali bersekolah.

Baik melalui jalur formal maupun pendidikan nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Sekarang tahapannya memetakan ATS yang sudah memantapkan diri kembali sekolah,” ujarnya.

Dari tiga desa tersebut, Desa Anggaswangi mencatat 12 dari 13 ATS telah menyatakan siap kembali belajar. Satu ATS lainnya diketahui telah meninggal dunia.

Di Desa Pulutan, terdapat 19 dari 26 ATS yang siap kembali masuk sekolah. Sementara tujuh lainnya belum memberikan keputusan karena sebagian sedang boro ke Jakarta dan ada yang pindah domisili.

Sedangkan di Desa Mojoagung yang memiliki jumlah ATS terbanyak, sebanyak 25 dari total 80 ATS telah menyatakan siap kembali mengikuti pendidikan.

Secara keseluruhan, sebanyak 56 ATS atau sekitar 47 persen dari total sasaran di tiga desa tersebut telah berhasil diyakinkan untuk kembali belajar.

“Alhamdulillah, sudah 47 persen yang masuk. Ini termasuk kerja cepat karena hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh hari di lapangan,” kata Suprojo.

Untuk mendukung keberlangsungan pendidikan mereka, Disdik Grobogan menggandeng Bank Jateng guna menyiapkan bantuan insentif bagi 56 ATS yang siap kembali sekolah. 

Bahkan, data NIK para siswa telah diserahkan untuk proses pembukaan rekening.

Nantinya bantuan akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima dengan nominal yang disesuaikan kemampuan Bank Jateng.

Program yang menjadi proyek perubahan tersebut dijadwalkan dilaporkan kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jawa Tengah pada 20 Juni 2026 dan ditargetkan selesai akhir Juni.

Keberhasilan di tiga desa itu juga menjadi modal untuk memperluas program ke 10 desa lain hingga akhir tahun 2026.

Selanjutnya, penanganan ATS ini ditargetkan menjangkau 208 desa dan kelurahan di Grobogan pada periode 2027-2028.

Dengan perluasan tersebut, Disdik berharap angka anak tidak sekolah di Kabupaten Grobogan dapat terus ditekan secara bertahap. (int)

Editor : Admin
#ATS #grobogan #disdik