GROBOGAN – Program Karya Bakti Mandiri (KBM) Tahap VI Tahun 2026 yang digelar Kodim 0717/Grobogan di Desa Guyangan, Kecamatan Godong, resmi ditutup, Jumat (12/6/2026).
Berbagai sasaran fisik berhasil diselesaikan, mulai dari pengecoran jalan, rehabilitasi fasilitas umum hingga pembangunan jamban bagi warga.
Dalam program yang menjadi wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat tersebut, sejumlah pekerjaan fisik berhasil dirampungkan.
Di antaranya pengecoran jalan sepanjang 400 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 15 sentimeter, rehabilitasi satu unit pos kamling, rehabilitasi satu unit musala, serta pembangunan lima unit jamban untuk warga.
Kepala Desa Guyangan, Suhadi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan KBM.
Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas fasilitas umum desa.
"Kami atas nama Pemerintah Desa Guyangan dan seluruh warga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Grobogan, Kodim 0717/Grobogan serta Koramil Godong yang telah bergotong royong bersama masyarakat sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar," ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto yang diwakili Kasdim Mayor Cba A.M. Ichfani menegaskan bahwa KBM merupakan bagian dari bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu bersama pemerintah daerah dan berbagai komponen masyarakat.
Ia mengatakan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kebersamaan dan semangat gotong royong dalam membangun wilayah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Grobogan Setyo Hadi yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, M. Fachrudin, menjelaskan bahwa KBM mencakup kegiatan fisik maupun nonfisik.
Selain pembangunan infrastruktur, program tersebut juga diisi berbagai penyuluhan yang bertujuan meningkatkan wawasan masyarakat mengenai kehidupan sosial, hukum, bela negara hingga pembangunan desa.
"Yang paling penting dari kegiatan ini adalah menjaga dan melestarikan budaya gotong royong agar tetap hidup di tengah masyarakat. Inilah wujud nyata TNI manunggal bersama rakyat," ungkapnya.
Ia juga berpesan agar seluruh hasil pembangunan yang telah diwujudkan melalui KBM dapat dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Tak hanya meresmikan hasil pembangunan, kegiatan penutupan juga diwarnai penyaluran bantuan sosial kepada warga. Sebanyak 50 sak beras ukuran 5 kilogram dan 50 paket sembako dibagikan kepada masyarakat.
Selain itu, puluhan siswa sekolah dasar menerima bantuan perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, pensil dan bolpoin untuk mendukung kegiatan belajar mereka. (int)
Editor : Admin