GROBOGAN- Pemkab Grobogan mengusulkan bantuan keuangan (bankeu) senilai Rp 5,997 miliar kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat pengembangan sektor pariwisata.
Kepala Bapperida Grobogan, Afi Wildani, mengatakan sektor pariwisata menjadi salah satu fokus pembangunan daerah karena dinilai memiliki efek berantai yang besar terhadap perekonomian masyarakat.
"Provinsi Jawa Tengah menetapkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai tema utama pembangunan tahun 2027.
Karena itu, Grobogan menyiapkan sejumlah desa wisata dan destinasi unggulan untuk mendukung arah kebijakan tersebut," ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Grobogan mengajukan usulan bantuan keuangan provinsi sebesar Rp 5,997 miliar yang diarahkan untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung destinasi wisata.
Usulan tersebut mencakup peningkatan fasilitas di sejumlah objek wisata unggulan, seperti Bledug Kuwu di Kecamatan Kradenan, Gua Lawa dan Gua Macan di Desa Sedayu Kecamatan Grobogan.
Kemudian, Geo Park Karangsari di Kecamatan Brati, pembangunan situs budaya Kemadohbatur di Kecamatan Tawangharjo, hingga pengembangan Mini Zoo di Kecamatan Geyer.
Selain itu, anggaran juga diusulkan untuk pembangunan sarana dan prasarana desa wisata, di antaranya Desa Wisata Jono Kecamatan Tawangharjo, pembangunan gazebo di Desa Wisata Kuwu Kecamatan Kradenan.
Serta penyediaan fasilitas pendukung di Desa Wisata Mlowokarangtalun Kecamatan Pulokulon, Desa Wisata Penganten Kecamatan Klambu, dan Desa Wisata Rambat Kecamatan Geyer.
Afi menjelaskan, Grobogan juga telah menetapkan tujuh desa wisata prioritas yang akan menjadi fokus pengembangan.
Masing-masing Desa Wisata Penadaran Kecamatan Gubug, Desa Wisata Sedayu Kecamatan Grobogan, Desa Wisata Kuwu Kecamatan Kradenan, Desa Krangganharjo Kecamatan Toroh, Desa Wisata Karangsari Kecamatan Brati, Desa Wisata Mlowokarangtalun Kecamatan Pulokulon, serta Desa Wisata Penganten Kecamatan Klambu.
Sementara itu, destinasi wisata alam yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Bledug Kuwu, Gua Lawa dan Gua Macan, Sendang Coyo, Sendang Keyongan, serta Sendang Sinawah.
Adapun objek wisata yang diproyeksikan menjadi penopang target kunjungan wisatawan pada 2027 adalah wisata religi Makam Ki Ageng Selo dan Makam Ki Ageng Tarub di Kecamatan Tawangharjo.
Kemudian objek wisata Sendang Keyongan di Kecamatan Klambu, Sendang Coyo di Kecamatan Pulokulon, serta kawasan wisata Kedung Ombo di Kecamatan Geyer.
Menurut Afi, pengembangan sektor pariwisata tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui tumbuhnya UMKM, ekonomi kreatif, dan lapangan kerja baru di sekitar destinasi.
Dengan dukungan anggaran dan pengembangan destinasi yang terarah, Grobogan optimistis sektor pariwisata dapat menjadi salah satu pengungkit utama pertumbuhan ekonomi daerah pada 2027.(int)