GROBOGAN – Sebanyak 20 peserta yang sebelumnya lolos tahapan assessment center kembali diuji melalui penyusunan makalah dan adu gagasan program sebagai bagian dari seleksi kompetensi lanjutan di Hotel Grand Master Hotel Purwodadi, Selasa (9/6).
Berbeda dengan penulisan karya tulis biasa, para peserta diminta menyusun makalah secara langsung dalam waktu terbatas.
Seluruh proses berlangsung secara daring dan dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan Anang Armunanto melalui sambungan Zoom Meeting.
Tahapan tersebut menjadi salah satu penentu penting dalam seleksi terbuka pengisian lima jabatan strategis yang saat ini masih membutuhkan pejabat definitif.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Grobogan Padma Saputra mengatakan, penyusunan makalah merupakan rangkaian lanjutan dari assessment center yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Dalam tahapan ini, peserta tidak hanya dituntut memahami bidang yang dilamar, tetapi juga mampu menuangkan gagasan, strategi, serta inovasi yang akan dijalankan apabila dipercaya menduduki jabatan tersebut.
“Peserta diminta membuat ide dan gagasan kepemimpinan dalam bentuk makalah secara langsung. Setelah selesai, hasilnya dikirim melalui email untuk kemudian dilakukan penilaian oleh panitia seleksi,” ujarnya.
Menurut Padma, hasil penilaian makalah akan diumumkan pada 13 Juni 2026. Peserta yang memenuhi kriteria selanjutnya akan mengikuti tahapan wawancara untuk mempertajam sekaligus menguji substansi gagasan yang telah dituangkan dalam karya tulis tersebut.
“Hasil seleksi penilaian pembuatan makalah ini kami umumkan pada tanggal 13 Juni 2026. Peserta tes akan menjalani tes kembali berupa wawancara dari hasil makalah yang ditulis,” katanya.
Ia menjelaskan, uji kompetensi melalui penulisan makalah menjadi salah satu instrumen penting dalam proses seleksi JPT Pratama karena dapat menggambarkan kapasitas berpikir strategis calon pejabat.
Melalui tahapan itu, panitia seleksi dapat melihat kemampuan peserta dalam menganalisis permasalahan, menyusun kebijakan, hingga menawarkan solusi yang relevan dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat.
Adapun lima jabatan yang diperebutkan dalam seleksi terbuka tersebut meliputi Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Direktur RSUD dr R Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.
Padma menegaskan bahwa hasil penulisan makalah nantinya menjadi salah satu dasar pertimbangan panitia seleksi dalam menentukan kandidat terbaik pada masing-masing jabatan.
Menurutnya, proses tersebut merupakan implementasi sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), di mana pengisian jabatan dilakukan berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan kinerja, bukan faktor lainnya.
“Melalui tahapan ini diharapkan diperoleh pejabat yang benar-benar memahami tugas dan tanggung jawab jabatan yang dilamar serta memiliki kemampuan menyusun strategi pembangunan sesuai kebutuhan daerah,” jelasnya.
Sementara itu, dalam arahannya saat membuka kegiatan, Sekda Grobogan Anang Armunanto meminta seluruh peserta menyusun makalah berdasarkan isu-isu strategis pembangunan daerah yang aktual dan relevan dengan posisi yang dilamar.
Peserta diminta mengaitkan gagasannya dengan visi dan misi Kabupaten Grobogan, Program Asta Cita yang menjadi arah pembangunan nasional, serta berbagai Proyek Strategis Nasional yang sedang dijalankan pemerintah.
Menurut Anang, seorang calon pimpinan perangkat daerah tidak cukup hanya memahami aspek teknis pekerjaan, tetapi juga harus mampu membaca tantangan masa depan serta menyiapkan langkah-langkah inovatif untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui karya tulis tersebut, peserta diharapkan dapat menunjukkan pemahaman terhadap berbagai persoalan yang dihadapi sektor masing-masing, sekaligus menawarkan strategi, inovasi, dan solusi yang realistis untuk diterapkan.
“Makalah ini menjadi ruang bagi peserta untuk menuangkan arah kebijakan dan strategi pembangunan sesuai bidang yang dilamar. Dari sini akan terlihat bagaimana kemampuan mereka dalam merumuskan program yang mampu mendukung pencapaian tujuan pembangunan daerah,” ujarnya.
Anang menambahkan, proses seleksi terbuka bukan sekadar mencari pejabat yang memenuhi syarat administratif, melainkan juga mencari figur pemimpin yang memiliki visi, kemampuan manajerial, integritas, dan keberanian melakukan terobosan.
Dengan demikian, seleksi tidak hanya mengukur kompetensi teknis maupun manajerial, tetapi juga kemampuan peserta dalam beradaptasi terhadap dinamika pembangunan dan perubahan kebutuhan masyarakat.
“Melalui seleksi yang dilaksanakan secara terbuka dan kompetitif, Pemerintah Kabupaten Grobogan berupaya menghadirkan pimpinan perangkat daerah yang profesional, berintegritas, serta memiliki kapasitas untuk mendorong tercapainya program pembangunan yang semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.(mun)
Editor : Admin