GROBOGAN – Tahapan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Grobogan memasuki fase krusial. Sebanyak 20 peserta yang bersaing memperebutkan lima kursi jabatan strategis mengikuti Uji Kompetensi melalui metode Assessment Center yang digelar di Solo Paragon Hotel, Surakarta, mulai Rabu malam (3/6).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Grobogan Setyo Hadi. Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Grobogan tersebut menegaskan pentingnya proses seleksi yang objektif, transparan, dan berbasis kompetensi guna menghasilkan pejabat yang memiliki kapasitas kepemimpinan serta mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.
Uji kompetensi tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam rangka pengisian lima formasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang saat ini membutuhkan pejabat definitif. Kelima jabatan yang diperebutkan meliputi Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Direktur RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.
Pelaksanaan Assessment Center dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat. Selama proses tersebut, peserta akan menjalani serangkaian pengujian untuk mengukur kompetensi manajerial, kepemimpinan, kemampuan pemecahan masalah, pengambilan keputusan, hingga kesiapan mereka menduduki jabatan strategis yang dilamar.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Grobogan Padma Saputra mengungkapkan, seluruh peserta yang lolos tahap administrasi hadir mengikuti ujian tanpa ada yang mengundurkan diri.
Menurutnya, tingkat kehadiran peserta yang mencapai 100 persen menunjukkan tingginya antusiasme aparatur sipil negara untuk berkompetisi secara sehat dalam mengisi jabatan pimpinan tinggi di lingkungan Pemkab Grobogan.
“Semua orang yang mendaftar hadir semua dan mengikuti tes assessment,” ujarnya.
Padma menjelaskan, seluruh peserta wajib mengikuti tahapan yang telah dijadwalkan oleh panitia seleksi terbuka. Masing-masing peserta akan menjalani berbagai metode penilaian yang disusun oleh asesor guna memetakan kompetensi dan potensi kepemimpinan secara komprehensif.
Hasil Assessment Center nantinya akan menjadi salah satu dasar bagi panitia seleksi dalam menentukan kandidat terbaik pada masing-masing formasi jabatan. Proses tersebut merupakan bagian dari mekanisme merit system yang diterapkan dalam manajemen ASN, sehingga pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan organisasi.
”Harapanya nanti dapat memperoleh sosok pemimpin perangkat daerah yang profesional, berintegritas, inovatif, dan mampu mempercepat pencapaian target pembangunan daerah,” terang dia. (mun)
Editor : Admin