GROBOGAN– Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan mengalokasikan anggaran Rp 3,93 miliar dari APBD 2026 untuk merehabilitasi 13 SMP negeri yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Grobogan.
Kabid SMP Disdik Grobogan, Putri Harjani, mengatakan program tersebut terdiri atas delapan paket rehabilitasi ruang kelas, empat paket penataan lingkungan sekolah seperti musala, paving dan pagar, serta satu paket rehabilitasi perpustakaan.
"Total ada 13 paket konstruksi yang dikerjakan tahun ini dengan anggaran Rp 3.932.800.000," ujarnya.
Sekolah yang mendapatkan program rehabilitasi meliputi SMPN 2 Wirosari, SMPN 1 Grobogan, SMPN 3 Gubug, SMPN 1 Godong, SMPN 1 Ngaringan, SMPN 1 Karangrayung, SMPN 1 Tegowanu.
Kemudian SMPN 2 Ngaringan, SMPN 2 Pulokulon, SMPN 3 Purwodadi, SMPN 4 Purwodadi, SMPN 2 Gubug, dan SMPN 2 Karangrayung.
Meski demikian, kebutuhan perbaikan sarana pendidikan tingkat SMP di Grobogan masih cukup tinggi.
Tahun ini, sebanyak 29 SMP diusulkan masuk prioritas program revitalisasi yang bersumber dari APBN.
Sementara itu, total sekolah yang masih menunggu penanganan revitalisasi mencapai sekitar 99 sekolah.
Sebagian di antaranya telah tertangani pada 2025 melalui program revitalisasi pemerintah pusat maupun bantuan APBD.
Putri menjelaskan, penentuan sekolah yang diusulkan mendapatkan revitalisasi dilakukan melalui pendataan di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), kemudian dilanjutkan proses verifikasi dan pencocokan kondisi bangunan di lapangan.
Data yang masuk tidak langsung diajukan begitu saja. Pengawas lapangan dan pengawas sekolah melakukan pengecekan serta mencocokkan kondisi riil bangunan dengan data yang tercatat, sehingga tingkat kerusakan dapat dipetakan secara akurat.
"Sebagian sekolah masih menunggu hasil analisis kerusakan. Data dari Dapodik harus dicocokkan terlebih dahulu dengan hasil pengamatan di lapangan," jelasnya.
Menurutnya, proses tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas sekolah yang akan memperoleh bantuan rehabilitasi maupun revitalisasi, terutama untuk bangunan yang mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan segera. (int)
Editor : Admin