Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Aktivitas Ekonomi Turun, Target PAD Parkir Tepi Jalan di Grobogan Naik

Intan Maylani Sabrina • Minggu, 31 Mei 2026 | 11:03 WIB
DIGITALISASI: jukir saat menunjukkan QRIS ke pengguna parkir di Alun-Alun Purwodadi.
DIGITALISASI: jukir saat menunjukkan QRIS ke pengguna parkir di Alun-Alun Purwodadi.

GROBOGAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Grobogan tetap optimistis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir tepi jalan dapat tercapai tahun ini, meski menghadapi tantangan berupa menurunnya aktivitas ekonomi di sejumlah kawasan akibat banyaknya toko yang tutup.

Tahun 2026, PAD parkir tepi jalan Kabupaten Grobogan ditargetkan mencapai Rp 1,046 miliar. 

Target tersebut lebih tinggi dibanding capaian tahun sebelumnya sehingga membutuhkan upaya ekstra dalam pengelolaannya.

Kabid Prasarana dan Keselamatan Dishub Grobogan, Happi Nugrah Suspantara, mengakui kondisi di lapangan tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Sejumlah titik parkir mengalami penurunan pendapatan karena berkurangnya aktivitas masyarakat.

"Memang ada kendala. Banyak toko yang tutup sehingga berpengaruh terhadap pendapatan parkir. Saat ini saja sudah ada beberapa titik yang pendapatannya berkurang," ujarnya.

Untuk mengoptimalkan penerimaan daerah, Dishub mulai menerapkan sistem pembayaran parkir non tunai menggunakan QRIS.

Saat ini sistem tersebut masih dalam tahap uji coba di kawasan Alun-alun Purwodadi sebelum diperluas ke sejumlah ruas jalan lainnya.

Menurut Happi, pengembangan parkir QRIS akan dilakukan secara bertahap. Setelah kawasan alun-alun, penerapan akan menyasar Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Sutomo.

Selanjutnya sistem yang sama direncanakan diterapkan di Jalan R Suprapto dan Jalan Ahmad Yani yang selama ini menjadi kawasan dengan aktivitas parkir cukup tinggi.

Penerapan transaksi digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi parkir sekaligus memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran.

Untuk menopang target PAD tersebut, Dishub Grobogan mengandalkan 160 titik parkir tepi jalan yang tersebar di sejumlah kawasan strategis.

Dengan rata-rata jarak antar titik parkir berkisar 50 hingga 100 meter. Salah satunya di kawasan yang cukup padat berada di sepanjang Jalan R Suprapto, Purwodadi.

Pengelolaan ratusan titik parkir itu didukung oleh 16 koordinator parkir yang bertugas melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap juru parkir agar setoran retribusi dapat berjalan optimal.

Meski dihadapkan pada kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih di sejumlah titik, Dishub tetap berupaya mengoptimalkan potensi parkir yang ada. 

Digitalisasi layanan parkir melalui QRIS diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mendongkrak penerimaan daerah sekaligus menciptakan sistem parkir yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel. (int)

Editor : Admin
#grobogan #dishub #parkir tepi jalan #pad