GROBOGAN – Pelanggaran lalu lintas yang dianggap sepele ternyata bisa berujung petaka. Pesan itulah yang disampaikan Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Kumala Enggar Anjarani saat menemui warga Desa Lebeng Jumuk, Kecamatan Grobogan, Jumat (29/5/2026).
Bertempat di Balai Desa Lebeng Jumuk, Satlantas Polres Grobogan menggelar sosialisasi tertib berlalu lintas yang diikuti perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan puluhan warga setempat.
AKP Kumala Enggar Anjarani mengingatkan bahwa keselamatan di jalan raya tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, melainkan harus dimulai dari kesadaran masing-masing pengguna jalan.
Menurutnya, sebagian besar kecelakaan lalu lintas berawal dari pelanggaran sederhana yang sering diabaikan pengendara.
Mulai dari tidak memakai helm, melawan arus, berkendara tanpa SIM hingga mengabaikan kondisi kendaraan.
“Setiap kecelakaan pasti diawali pelanggaran. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, budaya tertib berlalu lintas harus ditanamkan sejak dini agar angka kecelakaan dan korban jiwa di jalan raya dapat ditekan.
Keselamatan, lanjutnya, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi pengguna jalan lainnya.
Dalam kesempatan itu, warga juga mendapatkan edukasi mengenai konsep "Tri Siap", yakni siap pengendaranya, siap surat-suratnya dan siap kendaraannya.
Pengendara diharapkan selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, membawa kelengkapan seperti SIM dan STNK, serta memeriksa kendaraan sebelum digunakan.
Di lokasi, Satlantas Grobogan juga memberikan pemahaman terkait prosedur pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Mulai dari tes kesehatan, psikologi, ujian teori hingga praktik dijelaskan secara rinci kepada masyarakat.
AKP Kumala menegaskan bahwa proses tersebut merupakan tahapan penting untuk memastikan seseorang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup sebelum mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya.
Selain sosialisasi, Satlantas Polres Grobogan juga menyerahkan bantuan sosial kepada warga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Menurut AKP Kumala, kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.
"Kami ingin masyarakat merasakan bahwa polisi adalah sahabat masyarakat. Tidak hanya hadir saat ada masalah, tetapi juga hadir untuk memberikan edukasi dan membantu warga yang membutuhkan," katanya. (int)
Editor : Admin