Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Diterjang Banjir, Tebing Jalan di Desa Ngombak Grobogan yang Longsor Makin Memprihatinkan

Intan Maylani Sabrina • Minggu, 24 Mei 2026 | 11:49 WIB
LONGSOR: Tebing jalan di Desa Ngombak Kecamatan Kedungjati yang tergerus banjir. (INTAN MAYLANI/RADAR KUDUS)
LONGSOR: Tebing jalan di Desa Ngombak Kecamatan Kedungjati yang tergerus banjir. (INTAN MAYLANI/RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Tebing jalan di Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan longsor setelah diterjang banjir dan derasnya arus Sungai Kaliceret. 

Akibat kejadian itu, sebagian badan jalan kabupaten ambles ke arah sungai sehingga akses warga terganggu dan rawan dilalui kendaraan.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Grobogan, Bondan Pujanarko mengatakan, longsor terjadi akibat gerusan aliran Sungai Kaliceret yang terus mengikis bagian bawah tebing jalan hingga tanah menjadi labil.

“Akibat arus banjir yang cukup deras, tebing di sekitar jalan mengalami erosi. Lama-kelamaan tanah kehilangan penahan dan akhirnya longsor hingga menyebabkan sebagian badan jalan ambles,” ujarnya.

Menurut Bondan, titik longsor berada pada ruas jalan kabupaten yang lokasinya berbatasan langsung dengan aliran sungai. Kondisi tersebut membuat badan jalan sangat rentan tergerus saat debit air meningkat.

Berdasarkan hasil assessment BPBD Grobogan yang dilakukan pada 3 April 2026, panjang longsoran mencapai sekitar 30 meter dengan tinggi tebing kurang lebih 7 meter. 

Dari lebar jalan eksisting sekitar 3 meter, sekitar 1,2 meter mengalami longsor dan turun ke arah sungai.

Di lokasi kejadian, tampak retakan memanjang di sisi jalan yang berada dekat tebing sungai.

Sebagian badan jalan juga terlihat menggantung akibat tanah penopang di bawahnya terkikis arus air.

Meski akses jalan masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, pengguna jalan diminta lebih berhati-hati karena kondisi jalur menyempit dan cukup membahayakan.

“Potensi longsor susulan masih ada, terutama saat hujan turun. Struktur tanah di sekitar lokasi masih labil dan aliran Sungai Kaliceret juga masih terus menggerus tebing,” katanya.

Sebagai langkah awal penanganan, BPBD Grobogan langsung menurunkan alat berat Excavator PC 200 ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat sekaligus mencegah kerusakan semakin meluas.

Selain melakukan assessment lapangan, BPBD juga berkoordinasi dengan pihak terkait guna menentukan langkah penanganan permanen. 

Salah satu rekomendasi utama yakni pembangunan talud maupun bronjong di sepanjang titik longsor untuk memperkuat tebing dan menahan gerusan sungai.

BPBD juga merekomendasikan pembatasan sementara kendaraan bertonase berat agar tidak melintas di jalur tersebut karena dikhawatirkan dapat memperparah kondisi jalan yang tersisa.

“Kalau tidak segera dilakukan penanganan permanen, longsor dikhawatirkan terus melebar dan bisa mengancam putusnya akses jalan warga,” tegas Bondan.

Untuk sementara, petugas akan memasang rambu peringatan di sekitar lokasi agar pengguna jalan lebih waspada, terutama saat malam hari maupun ketika hujan deras mengguyur wilayah Kedungjati. (int) 

Editor : Admin
#grobogan #banjir #longsor #kedungjati