Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Detik-Detik Pelaku Penipuan Mobil Diciduk Warga Saat Bersembunyi di Rumah Kosong

Sirojul Munir • Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:55 WIB
TUNJUKAN PERSEMBUNYIAN – Warga Desa Kamadohbatur, Kecamatan Tawangharjo menunjukan rumah warga yang dijadikan tempat persembunyian pelaku penggelapan saat meninggalkan mobilnya.
TUNJUKAN PERSEMBUNYIAN – Warga Desa Kamadohbatur, Kecamatan Tawangharjo menunjukan rumah warga yang dijadikan tempat persembunyian pelaku penggelapan saat meninggalkan mobilnya.

 

GROBOGAN – Pelarian WJK, pelaku penipuan dan penggelapan mobil Daihatsu Xenia, akhirnya berakhir di tangan warga Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo. Setelah semalaman diburu polisi dan warga, pria asal Palangkaraya yang tinggal indekos di Godong itu ditemukan bersembunyi di rumah kosong milik warga pada Sabtu pagi (23/5).

Suasana desa yang semula tenang mendadak gempar ketika warga mengetahui ada orang asing bersembunyi di rumah milik Rabo, RT 1 RW 6 Desa Kemadohbatur. Dalam hitungan menit, warga berdatangan dan mengepung lokasi pukul 06.00 WIB.

Supeno, salah seorang warga Desa Kemadohbatur, mengaku awalnya mendengar kabar adanya pelaku pencurian mobil yang kabur ke arah hutan setelah dikejar petugas dan warga.

“Saya itu orang tua di rumah saja. Ada teriakan maling di bawah. Dari warga tahu ada pelaku bawa mobil kencang ke arah jalan buntu dekat hutan,” ujarnya.

Menurutnya, warga bersama aparat sebenarnya sudah melakukan pencarian sejak malam. Namun hingga dini hari, keberadaan pelaku belum diketahui.

“Dikejar warga sampai malam, tapi belum ketemu. Ternyata pagi harinya ditemukan sembunyi di rumah warga,” katanya.

Saat keberadaan pelaku diketahui, warga yang sejak malam ikut mencari langsung mendatangi lokasi. Pelaku yang bersembunyi di dalam rumah kosong tak bisa lagi melarikan diri karena akses rumah sudah dikepung massa.

Warga yang geram karena semalaman melakukan pencarian sempat meluapkan emosinya kepada pelaku. Beruntung aparat kepolisian segera datang mengamankan situasi sebelum amarah massa semakin tak terkendali.

“Warga merasa geram karena semalam dicari tidak ketemu. Pelaku sempat dimassa sebelum akhirnya diamankan polisi dan dibawa naik truk ke Polsek Grobogan,” lanjut Supeno.

Sebelumnya, aksi penipuan berkedok transaksi jual beli mobil itu bermula ketika korban bernama Mulyono, warga Kelurahan Grobogan, mengunggah iklan penjualan mobil Xenia melalui marketplace Facebook.

Kapolsek Grobogan AKP Sunarto menjelaskan, pelaku kemudian menghubungi korban dan mengaku tertarik membeli kendaraan tersebut. Keduanya sepakat bertemu di pertigaan Getasrejo sebelum melakukan pengecekan kendaraan di rumah korban.

Setelah terjadi kesepakatan harga Rp 82,5 juta, pelaku berpura-pura melakukan transfer pembayaran melalui rekening BRI. Pelaku lalu mengajak korban mengecek saldo di ATM BRI Grobogan.

Namun saat korban turun untuk mengecek rekening, pelaku justru membawa kabur mobil tersebut sekitar pukul 17.00 WIB. Korban yang sadar telah ditipu langsung melapor ke Polsek Grobogan.

Polisi bersama anggota Resmob Polres Grobogan kemudian melakukan pengejaran hingga ke wilayah Kecamatan Tawangharjo. Pelaku sempat membawa mobil ke arah hutan Desa Kemadohbatur sebelum akhirnya masuk jalan buntu dan meninggalkan kendaraan di pinggir jalan.

“Pelaku melarikan diri dan bersembunyi di rumah kosong warga sampai akhirnya ditemukan keesokan paginya,” jelas AKP Sunarto.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga berhasil menemukan kembali BPKB mobil yang sebelumnya sempat dibuang pelaku ke semak-semak untuk menghilangkan jejak. Saat ini WJK masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Grobogan atas kasus penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor tersebut. (mun)

 

Editor : Admin
#Penipuan dan Penggelapan #kejar kejaran pelaku dan polres grobogan #polsek grobogan #Dimassa warga