GROBOGAN- Konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Grobogan ternyata masih tergolong rendah.
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan menyebut angka konsumsi ikan masyarakat pada tahun 2025 baru mencapai 14,78 kilogram per kapita per tahun, masih jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 26,08 kilogram per kapita per tahun.
Kondisi itu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Grobogan.
Melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Disnakkan mulai turun langsung ke desa-desa untuk mengedukasi masyarakat pentingnya konsumsi ikan bagi kesehatan dan pencegahan stunting.
Salah satu kegiatan Gemarikan digelar di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon. Sebanyak 70 peserta mengikuti kegiatan tersebut.
Mereka terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, anak stunting, hingga kader posyandu yang dinilai menjadi kelompok penting dalam upaya peningkatan gizi keluarga.
Tak hanya diberikan edukasi, para peserta juga mendapat paket olahan ikan seperti bandeng presto, ikan lele asap, keripik ikan, hingga leaflet edukasi tentang manfaat makan ikan.
Kepala Disnakkan Grobogan Amin Nur Hatta melalui Kabid Perikanan drh Bambang Yulianto mengatakan, rendahnya konsumsi ikan masyarakat perlu menjadi perhatian bersama.
Padahal ikan memiliki kandungan protein, omega 3, vitamin, dan mineral yang sangat baik untuk tumbuh kembang anak serta menjaga kesehatan tubuh.
“Kalau anak-anak dibiasakan makan ikan sejak dini, maka kebutuhan gizinya akan lebih baik. Ini penting untuk mendukung kecerdasan anak sekaligus mencegah stunting,” ujarnya.
Ia menyebut, Grobogan sebenarnya memiliki potensi perikanan air tawar yang cukup besar.
Budidaya ikan lele, nila, gurame hingga tawes berkembang di sejumlah wilayah.
Namun potensi tersebut belum sepenuhnya diikuti tingginya budaya konsumsi ikan di masyarakat.
Karena itu, program Gemarikan tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga menjadi gerakan membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat agar lebih gemar mengonsumsi ikan sebagai sumber protein harian.
“Kami ingin masyarakat paham bahwa makan ikan tidak harus mahal. Banyak ikan air tawar lokal yang gizinya tinggi dan mudah didapat,” tambahnya.
Selain di Desa Panunggalan Kecamatan Pulokulon, kegiatan Gemarikan tahun ini juga akan digelar di Desa Ngrandu Kecamatan Geyer, Desa Karangwader Kecamatan Penawangan, serta Desa Mlilir Kecamatan Gubug.
Melalui program tersebut, Disnakkan berharap angka konsumsi ikan masyarakat Grobogan terus meningkat sehingga mampu mendukung terciptanya generasi yang lebih sehat, kuat, dan cerdas. (int)
Editor : Intan Maylani