GROBOGAN – Upaya efisiensi anggaran terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Grobogan, salah satunya melalui penghematan biaya Listrik Penerangan Jalan Umum (LPJU).
Dishub Grobogan kini menjalankan langkah bertahap, mulai dari penggantian lampu konvensional menjadi LED hingga pemasangan kWh meter untuk menekan tagihan listrik.
Kabid Prasarana dan Keselamatan Dinas Perhubungan (Dishub) Grobogan, Hapi Nugrah, mengatakan tagihan LPJU se-Kabupaten Grobogan saat ini mencapai Rp 1,14 miliar per bulan.
Meski demikian, angka tersebut sudah mulai menurun sejak dilakukan penggantian lampu jalan ke LED pada 2023.
“Per bulan Rp 1,14 miliar untuk se-Kabupaten Grobogan. Namun jumlah tersebut sudah mengalami penurunan sejak diganti LED, sejak 2023,” ungkap Hapi.
Ia menjelaskan, penurunan tagihan tercatat sekitar Rp 11 juta dibandingkan tagihan bulan Maret sebelumnya.
Menurutnya, penggunaan LED yang lebih hemat energi menjadi salah satu faktor utama.
Setelah penggantian lampu ke LED, Dishub Grobogan melanjutkan langkah efisiensi berikutnya, yakni meterisasi.
Program ini dilakukan untuk mengubah sistem pembayaran listrik LPJU yang sebelumnya masih menggunakan abodemen menjadi sistem penghitungan berdasarkan pemakaian nyata melalui kWh meter.
“Tagihan PLN ada yang dihitung melalui kWh meter, ada juga yang masih abodemen. Kalau abodemen, tetap bayar meskipun tidak dipakai. Kalau sudah dimeterisasi, pemakaian listriknya bisa terlihat,” jelasnya.
Hapi menyebut, pada 2026 ini Dishub sudah mulai melakukan meterisasi di sejumlah titik LPJU yang sebelumnya masih menggunakan sistem abodemen.
“Tahun ini sudah mulai dilakukan meterisasi di 26 titik. Titik yang semula abodemen sekarang dipasang kWh meter,” imbuhnya.
Dishub optimistis, jika meterisasi terus diperluas, maka tagihan LPJU masih bisa turun lagi. Selain untuk penghematan, langkah ini juga dinilai mampu meningkatkan transparansi penggunaan listrik penerangan jalan.
Hapi menambahkan, pemasangan kWh meter dilakukan oleh pihak PLN, sedangkan elemen atau perangkat pendukungnya disiapkan oleh Dishub Grobogan.
“Untuk pemasangan meterannya dari PLN, tetapi elemennya dari Dishub,” tandasnya.
Dishub berharap, kombinasi program penggantian lampu LED dan meterisasi ini menjadi solusi jangka panjang untuk menekan pemborosan anggaran daerah, sekaligus memastikan layanan penerangan jalan tetap optimal bagi masyarakat. (int)
Editor : Admin