Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Investasi Grobogan Triwulan I Capai Rp 515,4 Miliar, Serap 7.448 Tenaga Kerja

Intan Maylani Sabrina • Minggu, 10 Mei 2026 | 14:17 WIB
Sumber Ilustrasi/AI
Sumber Ilustrasi/AI

GROBOGAN – Perputaran investasi di Kabupaten Grobogan mulai menunjukkan geliat positif pada awal tahun 2026. Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), total realisasi investasi hingga Triwulan I (TW I) 2026 tercatat mencapai Rp 515.486.120.868.

Tak hanya dari sisi nominal, investasi tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

Sepanjang TW I 2026, investasi yang masuk di Grobogan tercatat menyerap 7.448 tenaga kerja, dengan rincian 7.446 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan 2 tenaga kerja asing (TKA).

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Grobogan, Abdul Munib Susanto, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi sinyal baik bagi perekonomian daerah, sekaligus pijakan awal untuk mengejar target investasi tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 2,5 triliun.

“Capaian investasi di awal tahun ini cukup menggembirakan. Selain meningkatkan nilai investasi daerah, realisasi tersebut juga berdampak pada pembukaan lapangan kerja,” ujarnya. 

Dalam laporan tersebut, sektor Usaha Mikro Kecil (UMK) menjadi salah satu penopang utama pergerakan ekonomi. Hingga TW I 2026, realisasi investasi UMK tercatat mencapai Rp 195.671.155.995.

UMK di Grobogan juga tercatat sangat aktif, ditunjukkan dengan jumlah 4.574 Nomor Induk Berusaha (NIB) serta 5.458 proyek yang berjalan sepanjang periode tersebut.

Tak hanya itu, UMK menjadi penyumbang terbesar serapan tenaga kerja. Pada TW I 2026, sektor ini mampu menyerap 7.060 tenaga kerja Indonesia, tanpa melibatkan tenaga kerja asing.

Sementara itu, sektor Usaha Menengah Besar (UMB) mencatat realisasi investasi sebesar Rp 319.814.964.873 hingga TW I 2026.

Jumlah tersebut berasal dari 85 NIB dengan total 324 proyek.

Dari sisi ketenagakerjaan, UMB menyerap 388 tenaga kerja, terdiri dari 386 tenaga kerja Indonesia dan 2 tenaga kerja asing.

Dengan demikian, total gabungan investasi UMK dan UMB di Grobogan hingga TW I 2026 mencapai Rp 515.486.120.868, dengan total 4.659 NIB dan 5.782 proyek.

Jika dirinci, investasi sektor UMB di Grobogan masih didominasi Penanaman Modal Asing (PMA). Dalam laporan LKPM, nilai investasi PMA tercatat sebesar Rp 280.186.926.130, dengan jumlah 14 NIB dan 32 proyek.

PMA tersebut menyerap 38 tenaga kerja Indonesia serta 2 tenaga kerja asing.

Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp 39.628.038.743, dengan 71 NIB dan 292 proyek, serta menyerap 350 tenaga kerja Indonesia.

“Dari data LKPM terlihat investasi PMA cukup dominan pada sektor UMB. Namun PMDN juga tetap berjalan dan menyerap tenaga kerja cukup besar,” jelas Munib.

Munib menambahkan, capaian investasi pada TW I 2026 ini akan menjadi dasar untuk menggenjot realisasi pada triwulan berikutnya. 

DPMPTSP Grobogan, kata dia, terus berupaya menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif melalui percepatan layanan perizinan, pendampingan investor, serta penguatan koordinasi lintas sektor.

Menurutnya, investasi bukan sekadar catatan angka, melainkan harus mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Yang menjadi fokus kami bukan hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi bagaimana investasi tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan,” tegasnya. (int)

Editor : Admin
#pma #tenaga kerja #grobogan #investasi #tka