RADAR KUDUS - Chelsea F.C. dikabarkan mulai mempertimbangkan melepas Alejandro Garnacho meski sang pemain baru bergabung kurang dari satu musim dari Manchester United F.C..
Laporan Sports Boom menyebutkan manajemen Chelsea mulai mengevaluasi masa depan winger muda asal Argentina tersebut setelah performanya dianggap belum memenuhi ekspektasi sejak didatangkan pada deadline day September 2025 dengan nilai transfer sekitar 40 juta poundsterling.
Harapan besar yang sempat menyertai kedatangan Garnacho ke Stamford Bridge sejauh ini belum benar-benar terwujud. Sepanjang musim Premier League, pemain berusia 20 tahun itu baru mencatat satu gol, angka yang dinilai jauh dari harapan untuk pemain dengan harga mahal dan reputasi besar.
Baca Juga: Performa Apik Palhinha Bersama Spurs Buka Peluang ke Tim Inti Portugal
Namun persoalan Chelsea bukan hanya soal kontribusi di lapangan. Klub juga disebut mulai khawatir dengan minimnya peminat potensial jika mereka memutuskan menjual Garnacho pada musim panas nanti.
Situasi tersebut membuat Chelsea berpotensi mengalami kerugian finansial apabila benar-benar melepas sang pemain dalam waktu dekat.
Sebelum bergabung ke Chelsea, Garnacho sebenarnya sudah membawa sejumlah kontroversi dari Manchester United. Pemain muda itu sempat dikaitkan dengan masalah disiplin, aktivitas media sosial, hingga rumor ketegangan dengan mantan pelatihnya, Ruben Amorim.
Meski tuduhan soal kebocoran informasi internal tim tidak pernah terbukti, reputasi tersebut disebut terus membayangi perjalanan Garnacho hingga pindah ke London Barat.
Baca Juga: Kontrak Mandek, Vinicius Junior Mulai Didekati Manchester City
Chelsea awalnya berharap kepindahan ke Stamford Bridge bisa menjadi awal baru bagi Garnacho untuk mengembangkan potensinya. Namun, berbagai persoalan yang pernah muncul di Manchester United disebut kembali terlihat selama musim pertamanya bersama The Blues.
Kondisi itu semakin rumit karena Chelsea saat ini memiliki banyak opsi pemain muda di sektor sayap dan lini serang. Persaingan ketat di dalam skuad membuat kesempatan bermain menjadi semakin terbatas bagi Garnacho.
Dalam wawancara sebelumnya, Garnacho sempat mengakui dirinya mengalami masa sulit pada periode akhir bersama Manchester United. Ia menyebut mulai frustrasi ketika tidak lagi menjadi pilihan utama dan mengakui sempat melakukan beberapa keputusan yang kurang tepat.
Pengakuan tersebut dianggap menunjukkan bahwa Chelsea sebenarnya sadar dengan risiko besar saat memutuskan merekrut sang pemain.
Di sisi lain, Chelsea juga tengah menghadapi isu lain terkait masa depan Enzo Fernandez. Gelandang asal Argentina itu dikabarkan mulai mempertimbangkan peluang hengkang meski masih terikat kontrak jangka panjang hingga 2032.
Nama Real Madrid CF dan Paris Saint-Germain F.C. disebut ikut memantau perkembangan situasi Enzo Fernandez.
Jika Chelsea benar-benar kehilangan Garnacho dan mulai diterpa ketidakpastian soal Enzo Fernandez, kondisi tersebut bisa menjadi pukulan besar bagi proyek jangka panjang klub.
Meski performanya belum maksimal, bakat Garnacho sebenarnya masih diakui banyak pihak. Kecepatan, kemampuan duel satu lawan satu, dan naluri menyerang yang dimilikinya pernah membuatnya dianggap sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di Premier League.
Namun kini Chelsea harus menentukan apakah mereka masih ingin bersabar mengembangkan Garnacho atau memilih memutus kerja sama lebih cepat demi menghindari risiko yang lebih besar.
Bagi suporter Chelsea, kabar ini kembali memunculkan kritik terhadap strategi transfer klub yang dianggap terlalu agresif membeli pemain muda tanpa perencanaan matang.
Jika Garnacho dijual hanya setelah satu musim, langkah tersebut berpotensi menjadi bukti lain bahwa proyek transfer besar Chelsea masih belum berjalan sesuai harapan.
Editor : Mahendra Aditya