Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Empat Tewas dalam Tabrakan Kereta vs Avanza di Perlintasan Tanpa Palang di Grobogan, Polisi Beberkan Fakta Baru

Ali Mustofa • Sabtu, 2 Mei 2026 | 10:49 WIB
EVAKUASI: Kendaraan yang tertempel KA Argo Bromo Anggrek di Desa Sidorejo Kecamatan Pulokulon. (SIROJUL MUNIR)
EVAKUASI: Kendaraan yang tertempel KA Argo Bromo Anggrek di Desa Sidorejo Kecamatan Pulokulon. (SIROJUL MUNIR)

GROBOGAN – Polisi mulai mengumpulkan keterangan awal dari pengemudi mobil Toyota Avanza yang tertabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek di perlintasan sebidang swadaya Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.

Sopir rombongan pengantar haji, Kardi (50), menyampaikan bahwa kendaraan yang dikemudikannya tidak mengalami mati mesin saat peristiwa terjadi.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, mewakili Kasat Lantas AKP Kumala Enggar Anjarani, menjelaskan bahwa pihak kepolisian belum dapat menggali keterangan lebih mendalam karena sopir masih berduka.

Salah satu korban meninggal dunia diketahui merupakan anak dari pengemudi.

Menurut keterangan sementara, saat kecelakaan terjadi kondisi di lokasi diselimuti kabut tebal sehingga jarak pandang sangat terbatas, diperkirakan hanya sekitar 10 meter.

Temuan di lapangan juga menunjukkan posisi mobil saat tertabrak hanya bagian roda depan yang sudah berada di atas rel.

Pengemudi mengaku sempat yakin melintasi rel karena kendaraan di depannya berhasil menyeberang tanpa hambatan.

Namun, sesaat setelah ban depan memasuki rel sisi selatan, kereta datang dan tabrakan tidak dapat dihindari.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) terbaru memastikan lokasi kecelakaan berada di Desa Sidorejo, bukan Desa Tuko seperti informasi awal.

Rel sisi selatan masuk wilayah Sidorejo, sementara sisi utara berada di Desa Tuko.

Peristiwa nahas itu terjadi Jumat (1/5) sekitar pukul 02.52 WIB.

Mobil Toyota Avanza yang mengangkut sembilan penumpang melaju dari arah selatan menuju Purwodadi dengan kecepatan sedang. 

Benturan keras membuat bagian depan kiri mobil dihantam kereta hingga terpental sekitar 20 meter, menabrak tiang jaringan internet, lalu terjatuh ke area persawahan.

Penyelidikan sementara menyebut kecelakaan dipicu keterbatasan jarak pandang di perlintasan tanpa palang pintu.

Kendaraan tersebut merupakan mobil kedua dari iring-iringan empat mobil pengantar calon jemaah haji.

Mobil pertama berhasil melintas, namun kendaraan berikutnya tertabrak kereta yang melaju dari arah barat ke timur.

Akibat kejadian tragis itu, empat penumpang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka ringan.

Seluruh korban telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan setempat untuk penanganan lebih lanjut.

Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di perlintasan sebidang, terutama pada malam hari dan saat cuaca berkabut, guna mencegah tragedi serupa terulang. (int/mun)

Editor : Ali Mustofa
#meninggal #grobogan #polisi #kecelakaan #sopir