GROBOGAN – Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan sebidang Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat (1/5/2026) dini hari.
Sebuah mobil rombongan pengantar jemaah haji tertabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek hingga menyebabkan empat orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.52 WIB di perlintasan langsung JPL 52 Km 29+800 pada jalur antara Stasiun Panunggalan dan Stasiun Kradenan.
Akibat benturan tersebut, kereta sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan selama dua menit untuk memastikan kondisi sarana tetap aman sebelum perjalanan dilanjutkan.
Ia mengungkapkan keprihatinan atas insiden tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur rel maupun melintas secara sembarangan.
Hal itu sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang melarang aktivitas di ruang manfaat jalur kereta.
Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Arif Suryanto, menyampaikan perlintasan tersebut selama ini dijaga secara swadaya oleh warga Desa Tuko dan Desa Sidorejo secara bergantian dalam dua sif.
Namun saat kejadian, tidak ada relawan yang berjaga.
Mobil yang terlibat kecelakaan berisi sembilan orang satu keluarga yang hendak mengantar pasangan calon jemaah haji Sadi dan Wartini.
Rombongan terdiri dari enam kendaraan, namun mobil yang berada di iring-iringan kedua tertabrak kereta setelah kendaraan pertama berhasil melintas.
Menurut keterangan warga, mesin mobil Toyota Avanza yang ditumpangi korban tiba-tiba mati saat berada di atas rel.
Pada saat bersamaan, kereta melaju dari arah barat menuju timur sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Benturan keras membuat kendaraan terpental sekitar 20 meter hingga masuk area persawahan.
Empat korban meninggal dunia, termasuk seorang balita yang merupakan cucu calon jemaah haji.
Lima korban lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis, satu di antaranya dirujuk ke RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi karena kondisi serius.
Perlintasan tersebut diketahui merupakan akses utama bagi tiga desa dan dijaga secara sukarela oleh warga.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang, terutama yang belum dilengkapi palang pintu otomatis, guna mencegah tragedi serupa terulang. (int/mun)
Berikut empat orang meninggal dunia kecelakaan Argo Bromo Anggrek vs mobil, yakni:
1. Dalni (52), warga Desa Kemloko, Kecamatan Godong
2. Muhamad Sakroni (52), warga Desa Kemloko, Kecamatan Godong
3. NDK (11), warga Desa Mlowokarangtalun Kecamatan Pulokulon
4. SBM (2,5), warga Desa Sidorejo Kecamatan Pulokulon