Baru 2,5 Kilometer Antar Haji, Rombongan Tertemper KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan, Keluarga Terpukul
Intan Maylani Sabrina• Jumat, 1 Mei 2026 | 12:35 WIB
KELUARGA KORBAN: Siti Muntiah saat menceritakn kronoogi laka kereta. (INTAN MAYLANI/RADAR KUDUS)GROBOGAN – Perjalanan mengantar jamaah haji yang semula penuh haru berubah menjadi tragedi memilukan bagi keluarga Sadi dan Wartini di Desa Sidorejo Kecamatan Pulokulon.
Salah satu saudara korban, Siti Muntiah, menjelaskan, malam itu keluarga besar berkumpul untuk mengantar Sadi dan Wartini berangkat haji.
Rombongan berangkat sekitar pukul 02.30 WIB, bahkan besan dari Desa Kemloko, Kecamatan Godong hingga anak dan cucu turut ikut mengantar.
Namun nahas, baru sekitar 2,5 kilometer dari rumah, minibus Avanza yang ditumpangi keluarga tersebut tertemper KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya di perlintasan sebidang antara Desa Sidorejo dan Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon.
Di dalam kendaraan tersebut terdapat sembilan orang anggota keluarga. Dari jumlah itu, empat orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.
Salah satu korban meninggal dunia adalah cucu dari pasangan calon jamaah haji, yakni Sazhia Belvania Mulia.
Sementara itu, menantu mereka, Indah Setyowati, turut menjadi korban dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD dr Soedjati Purwodadi.
Sedangkan, anaknya yakni Ahmad Deni (ayah korban Sazhia Belvania), juga ikut dalam rombongan pengantar.
Ia berada di mobil berbeda sehingga selamat dan kini mendampingi istrinya di rumah sakit.
Siti Muntiah pun menceritakan detik-detik kejadian yang ia saksikan langsung.
Saat itu, ia berada di mobil rombongan yang tidak jauh berada di belakang kendaraan korban.
“Saya lihat mobil itu terseret lalu masuk sawah. Langsung lemas (syok), nggak bisa berbuat apa-apa, karena tahu di dalamnya ada saudara saya,” ujarnya.
Siti menambahkan, tidak ada firasat apa pun sebelum kejadian tragis tersebut terjadi.
“Memang nggak ada firasat apa-apa dari keluarga,” pungkasnya. (int)