Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Detik-detik KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Mobil di Grobogan Tewaskan 4 Orang Tewas

Ali Mustofa • Jumat, 1 Mei 2026 | 09:54 WIB
EVAKUASI: Mobil yang tertempel KA Argo Bromo Anggrek dievakuasi. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)
EVAKUASI: Mobil yang tertempel KA Argo Bromo Anggrek dievakuasi. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Sebuah mobil yang membawa rombongan penumpang tertabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi pada Jumat dini hari.

Insiden tragis tersebut menyebabkan empat orang meninggal dunia, sementara kereta sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk pemeriksaan keselamatan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan kecelakaan terjadi di perlintasan langsung (JPL) 52 Km 29+800 pada jalur hulu antara Stasiun Panunggalan dan Stasiun Kradenan, Kabupaten Grobogan sekitar pukul 02.52 WIB.

Akibat benturan tersebut, rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dihentikan sementara di Stasiun Kradenan pada pukul 02.54 WIB guna memastikan kondisi sarana tetap aman.

Setelah pemeriksaan oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) dinyatakan selesai dan kereta dinyatakan laik jalan, perjalanan kembali dilanjutkan pukul 02.56 WIB.

Luqman menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur rel.

Ia menegaskan, sesuai Pasal 181 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menempatkan benda di atas rel, maupun melintasi jalur kereta secara sembarangan.

“PT KAI Daop 4 Semarang sangat menyayangkan kejadian ini dan mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan perjalanan kereta api saat melintas di perlintasan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Grobogan Ipda Arif Suryanto mengungkapkan bahwa perlintasan di Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon.

Diketahui, selama ini perlintasan sebidang dijaga secara swadaya oleh warga dari dua desa, yakni Desa Tuko dan Desa Sidorejo, karena berada di wilayah perbatasan.

Penjagaan dilakukan secara bergantian dalam dua sif. Sif pagi dijaga warga Desa Sidorejo mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, sedangkan sif malam pukul 18.00 hingga 06.00 WIB menjadi tanggung jawab warga Desa Tuko.

Peristiwa ini melibatkan sembilan orang dalam satu kendaraan yang merupakan rombongan pengantar jemaah haji.

Empat orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lima lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Satu korban dengan kondisi cukup serius dirujuk ke RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kronologi lengkap kecelakaan.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan disiplin masyarakat saat melintasi perlintasan sebidang guna mencegah insiden serupa terulang. (int)

Editor : Ali Mustofa
#meninggal. #kereta api #grobogan #argo bromo anggrek #KAI Daop 4 Semarang