Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tradisi Merti Deso Kapung Jadi Ajang Syukur dan Kebersamaan

Sirojul Munir • Rabu, 29 April 2026 | 05:47 WIB
DOA BERSAMA – Kepala Desa Kapung Musarokah ikut doa bersama warga Desa dan tokoh masyarakat setempat dalam acara merti Deso sebagai Ajang Syukur keberlimpahan hasil pertanian dan bumi setempat.
DOA BERSAMA – Kepala Desa Kapung Musarokah ikut doa bersama warga Desa dan tokoh masyarakat setempat dalam acara merti Deso sebagai Ajang Syukur keberlimpahan hasil pertanian dan bumi setempat.

 

GROBOGAN – Suasana meriah dan penuh antusiasme menyelimuti Desa Kapung, Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, saat ratusan warga tumpah ruah mengikuti tradisi Merti Deso atau sedekah bumi, belum lama ini. Tradisi yang digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa itu berlangsung khidmat sekaligus semarak, ditandai dengan pawai gunungan dan doa bersama di sendang desa.

Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa, sudah memadati titik kumpul. Mereka menantikan salah satu momen paling ditunggu, yakni perebutan gunungan berisi aneka hasil bumi seperti sayur mayur, buah-buahan, hingga uang pecahan.

Kegiatan diawali dengan arak-arakan puluhan gunungan dan nasi tumpeng yang dibawa warga secara beriringan. Pawai tersebut menempuh jarak sekitar tiga kilometer, menyusuri jalan desa hingga menuju sendang yang menjadi pusat pelaksanaan doa bersama. Sepanjang perjalanan, warga tampak kompak mengenakan pakaian adat dan membawa hasil bumi dengan penuh semangat.

Usai doa bersama yang dipusatkan di sendang desa, suasana langsung berubah riuh. Ratusan warga berbondong-bondong mendekati gunungan. Dalam hitungan detik, gunungan yang semula tersusun rapi langsung diserbu. Warga saling berebut isi gunungan yang diyakini membawa berkah.

Teriakan dan tawa menghiasi momen tersebut. Meski tampak berebut, suasana tetap berlangsung tertib dan penuh kegembiraan. Warga percaya bahwa siapa pun yang mendapatkan bagian dari gunungan akan memperoleh keberkahan dan rezeki.

Salah satu warga, Hikmah, mengaku selalu menantikan tradisi tahunan ini. Selain sebagai wujud syukur, kegiatan tersebut juga menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat.

“Saya senang sekali. Selain seru, kalau dapat sayur atau uang dari gunungan bisa membantu kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Titik, warga dari luar daerah yang sengaja datang untuk menyaksikan tradisi tersebut. Ia mengaku terkesan dengan kekompakan dan kekayaan budaya masyarakat Desa Kapung.

“Menarik sekali. Tradisinya masih terjaga dan ramai. Saya jadi ingin datang lagi tahun depan,” katanya.

Kepala Desa Kapung, Musarokah, menjelaskan bahwa tradisi Merti Deso merupakan warisan leluhur yang terus dilestarikan hingga kini. Kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahun pada bulan Apit dalam penanggalan Jawa.

Menurutnya, selain sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat kerukunan antarwarga.

“Kami ingin menjaga tradisi ini agar tetap lestari. Selain memperkuat kebersamaan, kegiatan ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisata desa,” jelasnya.

Tak hanya diikuti warga setempat, tradisi sedekah bumi Desa Kapung juga menarik perhatian masyarakat dari desa lain. Kehadiran mereka menambah semarak acara sekaligus menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih memiliki daya tarik kuat.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan dalam tradisi Merti Deso, masyarakat Desa Kapung berharap nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur dapat terus hidup di tengah perkembangan zaman. Selain itu, tradisi ini diharapkan mampu menjadi salah satu potensi wisata budaya yang dapat mengangkat nama desa di tingkat yang lebih luas.(mun)

 

Editor : Admin
#Merti Deso #Desa Kapung Kecamatan Tanggungharjo #Kepala Desa Kapung Musarokah #Rebutan Gunungan #sedekah bumi