Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sapa Pedagang Pakai Bahasa Jawa, Aktivis Lingkungan Asal Perancis Lanjutkan Misi di Grobogan

Ali Mustofa • Selasa, 28 April 2026 | 14:57 WIB
CENDERAMATA: Tiga penggagas Run for Rivers mendapat kenang-kenangan kain tenun Troso kenang-kenangan dari Jawa Pos Radar Kudus. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)
CENDERAMATA: Tiga penggagas Run for Rivers mendapat kenang-kenangan kain tenun Troso kenang-kenangan dari Jawa Pos Radar Kudus. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Tiga bersaudara pendiri Sungai Watch, Gary, Kelly, dan Sam Bencheghib, melanjutkan perjalanan kampanye lari Bali–Jakarta saat melintasi wilayah Grobogan.

Rute kali ini dimulai dari Desa Pulokulon hingga berakhir di Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi.

Kegiatan lari pagi berlangsung sekitar pukul 07.00–09.00 dengan jarak tempuh sekitar 10 kilometer.

Selama perjalanan, mereka ditemani seorang pelari asal Purwodadi.

Sepanjang rute, ketiganya melewati kawasan persawahan di Desa Pojok, Pulokulon.

KHAS PERDESAAN: Gary dan Kelly berlari melintasi Jalan Purwodadi-Kuwu, tepatnya di Desa Kambuhan, Purwodadi, Grobogan. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)
KHAS PERDESAAN: Gary dan Kelly berlari melintasi Jalan Purwodadi-Kuwu, tepatnya di Desa Kambuhan, Purwodadi, Grobogan. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Pemandangan hamparan padi hijau menarik perhatian mereka hingga beberapa kali berhenti untuk merekam suasana sekitar.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Pasar Gatak. Sam sempat berhenti untuk menunggu dua saudaranya sambil menyapa para pedagang.

Sapaan ramahnya menggunakan bahasa Jawa membuat para pedagang terkejut sekaligus terhibur.

Namun di balik keindahan pedesaan, mereka masih menemukan sampah berserakan di sepanjang jalan.

Bahkan, beberapa warga terlihat membakar sampah di depan rumah.

Sam menilai kebiasaan tersebut berbahaya karena asap pembakaran sampah lebih berisiko bagi kesehatan dibanding asap rokok.

Usai dari Pasar Gatak, mereka melanjutkan rute hingga Jembatan Gatak.

Di lokasi itu, ketiganya berhenti sejenak karena melihat penumpukan sampah di bawah jembatan berupa bambu, batang pisang, dan plastik.

Mereka mendokumentasikan kondisi tersebut sebelum melanjutkan perjalanan.

Lari pagi ditutup di titik water station Desa Kandangan.

Setelah itu, mereka kembali ke hotel di Purwodadi untuk beristirahat sebelum melanjutkan agenda berikutnya.

Pada siang hari, ketiganya dijadwalkan bertemu Bupati Grobogan Setyo Hadi di Pendapa Kabupaten Grobogan.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas persoalan sampah sekaligus mengajak bupati untuk ikut berlari bersama pada sore hari. (mun)

Editor : Ali Mustofa
#sungai watch #persawahan #grobogan #bahasa jawa #Radar Kudus