GROBOGAN – Perjalanan panjang yang ditempuh Gary bersama Sam dan Kelly Bencheghib tak selalu mulus. Sempat dihantam cedera, tim pelari lingkungan 'Sungai Watch' tersebut kini mengubah strategi.
Mereka memilih hanya berlari pada sore hari atau hanya pagi hari dalam sehari. Hal tersebut demi menjaga kondisi fisik tetap prima.
Memasuki Kabupaten Grobogan, ketiganya memulai rute dari Desa Tahunan, Kecamatan Gabus, Minggu (26/4) sekitar pukul 14.30 WIB.
Mereka mengawali langkah dengan ritme santai, namun tetap menjaga fokus agar stamina tidak cepat terkuras selama perjalanan.
Gary mengungkapkan, perubahan pola ini bukan tanpa alasan.
Ia sempat mengalami cedera beberapa hari sebelumnya, diduga akibat tubuh yang belum terbiasa dengan ritme lari jarak jauh yang intens.
“Tiga hari yang lalu saya cedera. Mungkin kecapekan karena belum terbiasa lari. Kelly juga seminggu lalu cedera. Tapi sekarang sudah baik semua,” ungkap Gary.
Kondisi tersebut membuat timnya mengevaluasi strategi.
Jika sebelumnya mereka berlari dua sesi, pagi dan sore, kini pola itu diubah menjadi satu sesi saja pada sore hari atau pagi hari.
“Ternyata lebih enak lari sore hari, biar bisa dapat lari lebih lama. Istirahat juga kami atur, tidur tujuh jam,” jelasnya.
Selama perjalanan dari Bali hingga Bojonegoro, Gary mengaku mereka hanya memiliki waktu tidur sekitar empat jam per hari karena jadwal lari terbagi dua sesi.
Hal itu dinilai kurang ideal untuk pemulihan tubuh.
“Akhirnya dua hari kemarin kami hanya lari pukul 14.00 sampai 18.00 saja,” ujarnya.
Menurut Gary, perubahan strategi tersebut langsung berdampak positif. Tubuh terasa lebih siap, pemulihan lebih optimal, dan beban fisik selama perjalanan menjadi lebih ringan.
Dengan pola baru ini, tim berharap bisa menjaga konsistensi hingga rute berikutnya, sekaligus meminimalkan risiko cedera selama perjalanan panjang yang masih terus berlanjut. (int)
Editor : Admin