Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Nguri-uri Tradisi Leluhur, Warga Medang Grobogan Gelar Sedekah Bumi di Bledug Kramesan

Intan Maylani Sabrina • Jumat, 24 April 2026 | 16:05 WIB
BUDAYA: Nguri-uri sedekah bumi, warga Dusun Medang Desa Sendangrejo Kecamatan Kradenan gelar selamatan dan sembelih sapi.
BUDAYA: Nguri-uri sedekah bumi, warga Dusun Medang Desa Sendangrejo Kecamatan Ngaringan gelar selamatan dan sembelih sapi.

GROBOGAN – Suasana Dusun Medang, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Jumat (24/4/2026) terasa berbeda dari biasanya.

Sejak pagi, warga tampak hilir mudik membawa aneka makanan, mulai dari sego berkatan, nasi ingkung, hingga lauk-pauk lengkap.

Semua disiapkan untuk satu tradisi yang terus dijaga turun-temurun, yakni sedekah bumi.

Tradisi tahunan ini menjadi wujud rasa syukur atas hasil panen sekaligus doa bersama agar kampung selalu diberi keselamatan, ketentraman, dan keberkahan.

Menariknya, sedekah bumi di Dusun Medang tidak dilakukan di satu tempat saja. Ada dua sesi dengan lokasi berbeda, yang masing-masing punya suasana dan makna tersendiri.

Sesi pertama digelar pada pagi hari di kawasan Bledug Kramesan, sebuah area yang berada di tengah hamparan persawahan.

Warga datang berbondong-bondong, duduk beralaskan tikar, lalu menata hidangan yang mereka bawa.

Setelah doa dipanjatkan oleh sesepuh desa, makanan tersebut disantap bersama-sama.

Momen makan bareng itu menjadi simbol kebersamaan, sekaligus pengingat bahwa rezeki panen yang melimpah adalah hasil kerja keras dan doa bersama.

Tak sedikit pula warga yang membawa pulang sebagian hidangan, dipercaya sebagai berkah untuk keluarga di rumah.

Sementara itu, sesi kedua berlangsung siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, dipusatkan di area kawah yang berada di lingkungan perkampungan. Di sini suasana semakin ramai.

Warga membawa jajanan pasar dan hasil bumi yang disusun rapi membentuk gunungan.

Begitu doa selesai dibacakan, gunungan itu langsung menjadi rebutan. Warga percaya, siapa pun yang mendapat bagian dari gunungan akan memperoleh keberuntungan dan berkah.

Tak hanya itu, rangkaian sedekah bumi juga dilengkapi dengan penyembelihan sapi sebagai bagian dari selamatan desa.

Kepala Dusun Medang, Arif Rahmanto, menyampaikan bahwa sedekah bumi merupakan tradisi lama yang masih dijaga hingga kini.

Waktu pelaksanaannya pun sudah ditentukan secara adat, yakni Jumat Legi di bulan Apit dalam penanggalan Jawa.

“Ini bentuk rasa syukur warga atas hasil panen yang kami peroleh, sekaligus doa bersama agar ke depan diberikan keselamatan dan keberkahan,” kata Arif.

Ia menambahkan, pembagian lokasi pelaksanaan menjadi ciri khas sedekah bumi di Dusun Medang sejak dulu.

“Pagi di Bledug Kramesan yang berada di area persawahan, kemudian siang dilanjutkan di kawasan kawah yang ada di perkampungan. Harapannya seluruh wilayah mendapatkan doa dan berkah,” pungkasnya.

Tradisi ini bukan sekadar seremonial tahunan. Bagi warga Medang, sedekah bumi adalah pengikat kebersamaan. Cara sederhana untuk merawat rasa syukur, menjaga budaya, sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga. (int)

Editor : Admin
#dusun Medang #grobogan #sedekah bumi #Bledug Kramesan