GROBOGAN – Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel dugaan campak di Kabupaten Grobogan mulai diterima.
Dari total 26 sampel yang dikirim Dinkes Grobogan ke Labkes Yogyakarta, sementara ini terdapat lima sampel yang dinyatakan positif campak.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Grobogan Sri Hadi Nugroho mengatakan, hingga kini pihaknya sudah menerima hasil pemeriksaan untuk 20 sampel.
“Dari 26 sampel yang dikirim, hasil yang sudah keluar ada 20. Dari hasil tersebut, lima dinyatakan positif campak. Sementara enam sampel lainnya masih dalam proses,” jelasnya.
Ia menyebut, hasil positif tersebut berasal dari pemeriksaan IgM Measles. Sedangkan pemeriksaan rubela pada sampel yang positif tersebut tidak dikerjakan.
Menariknya, kasus campak yang terkonfirmasi tersebut tidak hanya menyerang anak-anak.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan mencatat, penderita berasal dari rentang usia yang cukup lebar, mulai dari bayi hingga orang dewasa, dengan rata-rata usia sekitar 26 tahun.
Meski ada lima hasil positif, Sri Hadi menegaskan kondisi ini belum masuk kategori kejadian luar biasa (KLB). Sebab, sebaran kasus terjadi di lokasi berbeda dan jarak antar kasus tidak berdekatan.
“Tidak masuk kategori KLB karena jaraknya berbeda-beda,” tegasnya.
Dinkes Grobogan juga memastikan seluruh pasien yang terkonfirmasi positif tersebut sudah sembuh.
Selain penanganan medis, pihaknya juga menekankan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan.
“Yang jelas semuanya sudah sembuh dan PHBS dilakukan,” ujarnya.
Untuk pasien balita, Dinkes juga memberikan penanganan tambahan berupa pemberian vitamin A guna membantu pemulihan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
“Untuk yang balita diberikan vitamin A,” tambahnya.
Saat ini Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan dari enam sampel lainnya yang masih diproses di Labkes Yogyakarta.
Pemantauan juga terus dilakukan melalui koordinasi dengan puskesmas maupun rumah sakit di Grobogan.
Sri Hadi mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala campak seperti demam, batuk, pilek, mata merah, hingga muncul ruam kemerahan pada kulit.
Deteksi dini dinilai penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan mencegah penularan lebih luas.
Sementara itu, sebagai langkah antisipasi lanjutan, Dinkes Grobogan juga telah mengeluarkan edaran terkait pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga kesehatan.
Saat ini masih dalam tahap pendataan sasaran dan direncanakan berlangsung akhir bulan ini.
Vaksinasi tersebut menyasar tenaga kesehatan rumah sakit pemerintah, dokter internship, hingga residen yang bertugas di rumah sakit maupun puskesmas se-Grobogan.
Pelaksanaan vaksin rencananya dilakukan di RSUD dr Soedjati Purwodadi, RSUD Ki Ageng Getas Pendawa Gubug, dan RSUD Ki Ageng Selo Wirosari. (int)
Editor : Admin