Kradenan Juara Lomba Japede, Festival Kuliner Grobogan Dongkrak Ekonomi Kreatif

Sirojul Munir • Dipublikasikan Jumat, 17 April 2026 | 15:49 WIB
JUARA JAPEDE – Pemenang lomba masak Japede juara satu Kecamatan Kradenan yang diikuti OPD se Kabupaten Grobogan di Semarak Kata dan Festifal Kuliner di alun-alun Purwodadi .
JUARA JAPEDE – Pemenang lomba masak Japede juara satu Kecamatan Kradenan yang diikuti OPD se Kabupaten Grobogan di Semarak Kata dan Festifal Kuliner di alun-alun Purwodadi .

GROBOGAN – Semarak peringatan Hari Jadi ke-300 Kabupaten Grobogan semakin terasa melalui gelaran “Semarak Kata Kreatif dan Festival Kuliner” yang digelar di Alun-alun Purwodadi.

Salah satu agenda yang menyedot perhatian adalah lomba memasak nasi Japede yang diikuti puluhan peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan se-Kabupaten Grobogan.

Dalam kompetisi tersebut, Kecamatan Kradenan berhasil keluar sebagai juara pertama. Disusul Disperindag Grobogan sebagai juara kedua, serta DLH Grobogan di posisi ketiga.

Kepala Disporabudpar Grobogan, Wahono, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kebangkitan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Ia menyebut, agenda besar Semarak Kata Kreatif rencananya akan dibuka langsung oleh Ahmad Luthfi pada Sabtu (18/4).

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengangkat Grobogan sebagai salah satu pusat kuliner khas. Potensi bahan baku lokal seperti jagung dan kedelai menjadi kekuatan utama,” ujarnya.

Menurut Wahono, nasi Japede merupakan warisan kuliner leluhur yang memiliki ciri khas tersendiri.

Sajian ini umumnya memadukan nasi jagung, ayam pencok, serta berbagai olahan bahan baku kedelai. Selain itu, menu tradisional seperti ayam pencok juga menjadi bagian dari kekayaan rasa khas Grobogan.

Ia menambahkan, Grobogan selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah, bahkan untuk komoditas jagung dan kedelai menempati posisi unggulan secara nasional.

Hal tersebut menjadi modal kuat dalam mengembangkan sektor kuliner berbasis bahan lokal.

Dalam lomba tersebut, tercatat sebanyak 31 peserta mengikuti kategori masakan Japede, sementara 14 peserta lainnya berkompetisi dalam kategori olahan makanan berbahan alternatif.

Kegiatan ini juga didukung sejumlah pihak, termasuk Bank Jateng dan BKK Grobogan yang menyediakan hadiah bagi para pemenang.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Grobogan, Kurnia Saniadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar refleksi, tetapi juga momentum kebangkitan.

“Melalui festival kuliner ini, kita dorong inovasi masakan berbahan lokal. Kuliner Grobogan bukan hanya soal rasa, tetapi juga identitas budaya dan peluang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia berharap, kegiatan ini tidak berhenti sebagai ajang perlombaan semata, melainkan menjadi ruang nyata bagi pengembangan ekonomi kreatif di daerah.

Terutama bagi generasi muda dan pelaku UMKM agar mampu menghadirkan inovasi kuliner yang kompetitif di tingkat regional hingga nasional.

Festival kuliner dan lomba Japede ini pun diharapkan menjadi titik awal penguatan posisi Grobogan sebagai kabupaten kreatif berbasis potensi lokal, sekaligus mempertegas identitasnya sebagai “surga kuliner” di Jawa Tengah. (mun)

Editor : Admin
Semarak Kata Kreatif Japede ekonomi kreatif alun alun Purwodadi