Jalan Tlogotirto–Tunggulrejo Grobogan Diusulkan Masuk PISEW 2026, Bisa Jadi Jalur Alternatif Cepat ke Blora

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Rabu, 15 April 2026 | 14:55 WIB
PISEW: Salah satu usulan jalan di program PISEW 2026.
PISEW: Salah satu usulan jalan di program PISEW 2026.

GROBOGAN – Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) kembali diusulkan untuk Kabupaten Grobogan pada tahun 2026.

Salah satu titik yang masuk usulan berada di Desa Tlogotirto, Kecamatan Gabus, berupa pembangunan jalan penghubung antar desa sepanjang kurang lebih 500 meter.

Kepala Desa Tlogotirto, Tri Adi Saputra, menyampaikan bahwa jalan yang diusulkan berada di ruas Dusun Tanjungsari Desa Tlogotirto menuju Dusun Sugihan Desa Tunggulrejo.

“Yang diusulkan itu jalan dari Dusun Tanjungsari Desa Tlogotirto menuju Dusun Sugihan Desa Tunggulrejo. Panjangnya sekitar 500 meter,” jelas Tri Adi.

Ia mengatakan akses tersebut memiliki peran penting karena menjadi jalur penghubung antar wilayah desa.

Tidak hanya untuk warga Tlogotirto dan Tunggulrejo, tetapi juga menjadi akses menuju beberapa desa lain.

Menurutnya, ruas tersebut menghubungkan akses menuju Desa Tlogotirto, Desa Tunggulrejo, Desa Bendoharjo, dan Desa Kalipang.

Selain menunjang aktivitas ekonomi warga, jalur tersebut juga memiliki nilai strategis karena dapat menjadi jalur alternatif menuju Kabupaten Blora, selain jalur utama yang selama ini digunakan masyarakat melalui arah Terminal Bus Sulursari ke utara.

“Ini juga jalur alternatif ke Blora, selain jalur Terminal Bus Sulursari ke utara,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Grobogan, Darlan, membenarkan bahwa program PISEW saat ini masih dalam tahap usulan.

Ia menyebut, program tersebut merupakan aspirasi dari anggota DPR RI Komisi V.

Darlan menjelaskan, di Grobogan terdapat 8 kecamatan yang diajukan, dengan pola dua desa per kecamatan, sehingga total ada 16 desa yang berpeluang menerima bantuan.

"Adapun delapan kecamatan yang masuk usulan yakni Kradenan, Gabus, Godong, Wirosari, Geyer, Gubug, Purwodadi, dan Klambu," ungkapnya.

Ia menyebut, nominal bantuan diperkirakan mencapai Rp 500 juta per desa, dengan fokus utama pada pembangunan infrastruktur dasar pedesaan, khususnya jalan penghubung antar desa yang berstatus jalan desa.

"Pelaksanaannya dilakukan dengan pendekatan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan sosial ekonomi wilayah, sekaligus mendukung swasembada pangan,” pungkasnya.

Pemkab Grobogan berharap usulan tersebut dapat terealisasi sehingga kebutuhan infrastruktur desa yang selama ini menjadi keluhan warga dapat segera tertangani, terutama untuk memperlancar mobilitas dan distribusi hasil pertanian masyarakat. (int)

Editor : Admin
pisew 2026 tlogotirto grobogan jalur alternatif