Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Brigif TP Segera Dibangun di Grobogan, Perhutani Siapkan 30 Hektare

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 9 April 2026 | 13:41 WIB
MENINJAU: Danrem 073/Makutarama Kolonel Arm Erza Nathanael, Waki Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo dan Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto saat meninjau lokasi bakal Brigif TP di Kecamatan Geyer. (INTAN MAYLANI/RADAR KUDUS)
MENINJAU: Danrem 073/Makutarama Kolonel Arm Erza Nathanael, Waki Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo dan Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto saat meninjau lokasi bakal Brigif TP di Kecamatan Geyer. (INTAN MAYLANI/RADAR KUDUS)
GROBOGAN – Kabupaten Grobogan bersiap menjadi salah satu titik penting penguatan pertahanan sekaligus pembangunan wilayah.

Pemkab bersama jajaran TNI meninjau langsung dua alternatif lokasi rencana pembangunan Brigade Teritorial Pembangunan (Brigif TP) di Kecamatan Geyer.

Lahan yang disiapkan merupakan kawasan hutan Perhutani yang masuk wilayah pemangkuan RPH Gundih, BKPH Monggot.

Salah satu lokasi berada di petak 57a dan 58a dengan luasan sekitar 30 hektare di wilayah KPH Monggot. 

Selain itu, tersedia opsi lain di kawasan RPH Karangploso, BKPH Gundih, KPH Gundih, tepatnya petak 27a seluas 28,1 hektare dan 27b seluas 6,4 hektare. 

Meski terdapat beberapa titik yang dipetakan, kebutuhan lahan untuk pembangunan Brigif TP dipastikan sekitar 30 hektare.

Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo menyebut peninjauan ini menjadi langkah awal penting agar pembangunan Brigif TP dapat segera berjalan.

Ia menilai kehadiran Brigif TP akan membawa dampak nyata bagi daerah, terlebih sebelumnya juga ada program pembangunan Yonif TP di Kecamatan Kedungjati.

“Sebulan yang lalu kita juga ada program pembangunan Yon TP di Kecamatan Kedungjati. Dengan adanya dua pembangunan Yon TP dan Brigif ini tentunya akan mendapatkan nilai tambah yang benar-benar bisa dirasakan dari segala aspek. Entah itu ekonomi, dan lainnya akan memacu pertumbuhan di Kabupaten Grobogan,” ujarnya.

Sugeng menegaskan Pemkab Grobogan siap mendukung penuh dengan menyiapkan kelengkapan administrasi, sembari menunggu keputusan lokasi final dari pihak TNI.

Menurutnya, masuknya satuan TNI dalam skala besar ke Grobogan bukan hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga membawa dampak sosial yang positif bagi masyarakat.

“Pemkab sangat mendukung. Harapannya dengan banyaknya komunitas masuk di Grobogan. Terutama TNI jelas komunitas yang sangat positif, tentunya masyarakat Grobogan bisa mengadopsi ilmu yang dibawa ke Grobogan,” ungkapnya.

Sementara itu, Danrem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael menegaskan peninjauan lokasi Brigif TP ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan satuan yang nantinya berperan besar dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan wilayah.

“Dari kacamata militer, keberadaan satuan ini nantinya akan sangat krusial dalam membantu ketahanan pangan di wilayah ini,” jelas Danrem.

Menurutnya, dampak Brigif TP tidak hanya menyentuh satu sektor, namun akan membawa pengaruh luas pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. 

Ia menyebut efek yang ditargetkan mencakup Ipoleksoshankam, mulai dari ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga pertahanan dan keamanan.

“Impact yang kita sasar bukan hanya satu aspek, melainkan mencakup Ipoleksushankam. Kita semua tentu berharap, dengan adanya pembangunan ini, Kabupaten Grobogan bisa jauh lebih maju dari sebelumnya,” tegasnya.

Danrem juga menyoroti situasi geopolitik global yang dinilai semakin menuntut penguatan pertahanan di dalam negeri.

Ia menyebut pertahanan adalah fondasi yang tidak boleh dikesampingkan, sehingga pembangunan Brigif TP diharapkan dapat direalisasikan secepatnya.

“Melihat situasi geopolitik dan geostrategi global saat ini, aspek pertahanan adalah pondasi yang tidak boleh kita pinggirkan. Oleh karena itu, besar harapan kami pembangunan ini dapat segera direalisasikan pada tahun ini,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan kehadiran TNI yang semakin kuat di wilayah Grobogan akan ikut menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga aktivitas ekonomi warga bisa tumbuh dalam suasana yang kondusif.

“Semoga dengan kehadiran TNI yang semakin solid di wilayah ini, situasi kamtibmas tetap terjaga kondusif, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan produktif,” tambahnya.

Terkait penentuan lokasi, Danrem memastikan saat ini masih ada dua alternatif yang terus dikaji.

Meski sudah dilakukan peninjauan awal, penetapan lokasi final belum diputuskan karena masih menunggu assessment lanjutan dari Kodam IV/Diponegoro bersama pejabat terkait. 

Penilaian akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi tanah, ketersediaan air tanah, hingga potensi dampak sosial ekonomi apabila Brigif TP dibangun di lokasi tersebut.

Danrem juga mengungkapkan bahwa pengisian personel nantinya akan dilakukan bertahap. Sementara pada tahap awal kemungkinan akan diisi sekitar 500 prajurit.

Para prajurit yang sudah selesai pendidikan dari Rindam nantinya akan ditempatkan terlebih dahulu di marshalling area atau lokasi penampungan sementara, sembari menunggu pembangunan markas Brigif rampung.

Pembangunan Brigif TP sendiri ditarget mulai berjalan tahun ini. Danrem menyebut Perhutani telah menyiapkan lokasi dan koordinasi antarinstansi juga sudah dilakukan.

Proses administrasi akan ditempuh bersama antara Kodim, Perhutani, dan Pemkab Grobogan agar izin penggunaan lahan dapat segera tuntas.(int)

Editor : Admin
#korem 073/makutarama #grobogan #Brigif TP #kodim grobogan