GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten Grobogan kembali mengusulkan kebutuhan aparatur sipil negara ke pemerintah pusat. Untuk tahun anggaran 2026, total sebanyak 193 formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) diajukan guna memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah (OPD).
Kepala BKPSDM Grobogan, Padma Saputra, menjelaskan bahwa dari total usulan tersebut, sebanyak 146 formasi akan dibiayai melalui APBD Kabupaten Grobogan. Sementara sisanya direncanakan bersumber dari APBN.
“Total ada 193 formasi yang kami ajukan. Sebagian besar dibiayai daerah, dan sisanya dari pusat,” ujarnya.
Ia menuturkan, formasi yang diusulkan tersebar di berbagai OPD sesuai kebutuhan riil di lapangan. Namun, terdapat sejumlah sektor yang menjadi prioritas utama, terutama layanan kesehatan dan pengawasan internal.
Beberapa instansi yang diprioritaskan di antaranya RSUD Ki Ageng Getas Pendowo, RSUD Ki Ageng Selo, serta RSUD R. Soedjati.
Selain itu, kebutuhan juga difokuskan pada tenaga di Inspektorat dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Menurut Padma, penguatan di sektor kesehatan menjadi penting seiring meningkatnya tuntutan pelayanan publik. Begitu pula dengan Inspektorat yang membutuhkan tenaga auditor profesional untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
“Untuk jabatan tertentu seperti auditor, tidak bisa diisi melalui skema PPPK. Harus melalui CASN,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait mekanisme dan waktu pelaksanaan rekrutmen CASN 2026. Pasalnya, arah kebijakan nasional saat ini lebih selektif dalam pembukaan formasi baru.
“Ada arahan dari pusat bahwa perekrutan ASN ke depan tidak lagi berbasis PPPK untuk jabatan tertentu, melainkan CASN. Namun detail kebijakannya masih kami tunggu,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa usulan formasi tetap fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebijakan pusat. Bahkan, jika diperlukan, realisasi pengisian formasi tersebut dapat diundur hingga 2028.
Dengan pengajuan ini, Pemkab Grobogan berharap dapat memenuhi kebutuhan SDM aparatur secara bertahap, terutama di sektor-sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat.
“Harapannya, kebutuhan pegawai bisa terpenuhi secara bertahap sehingga pelayanan publik semakin optimal,” pungkasnya. (mun)
Editor : Admin