GROBOGAN – Hasil penilaian Lomba Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tahun 2026 di Kabupaten Grobogan akhirnya diumumkan. Kecamatan Kradenan tampil sebagai yang terbaik dengan raihan nilai tertinggi, yakni 99,0, mengungguli kecamatan lainnya.
Posisi kedua ditempati Kecamatan Tawangharjo dengan nilai 93,4, disusul Kecamatan Geyer di peringkat ketiga dengan nilai 93,3. Sementara itu, Kecamatan Tanggungharjo dan Godong melengkapi lima besar dengan nilai masing-masing 89,8 dan 86,0.
Kepala Bapperinda Grobogan, Afi Wildani, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan. Menurutnya, proses Musrenbang kini tidak hanya formalitas, tetapi sudah mengarah pada penyusunan program yang lebih terukur dan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kelengkapan dokumen, kualitas usulan program, sinkronisasi dengan prioritas daerah, hingga partisipasi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan Kecamatan Kradenan tidak lepas dari kemampuan dalam menyusun prioritas pembangunan yang jelas serta konsistensi antara perencanaan dan kebutuhan riil di lapangan.
Di sisi lain, beberapa kecamatan masih perlu meningkatkan kualitas perencanaan. Seperti Kecamatan Brati yang berada di posisi terakhir dengan nilai 42,5, disusul Karangrayung dan Gabus di peringkat bawah.
Afi Wildani berharap hasil lomba ini dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi seluruh kecamatan. “Kami ingin semua kecamatan terus berbenah. Musrenbang harus menjadi instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan yang tepat sasaran,” tegasnya.
Dengan hasil ini, Pemerintah Kabupaten Grobogan optimistis kualitas perencanaan pembangunan daerah ke depan akan semakin baik, seiring meningkatnya kompetensi dan sinergi antar pemangku kepentingan di tingkat kecamatan.(mun)
Editor : Admin