Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Talud Jembatan di Tambirejo Grobogan Longsor, Kendaraan Roda Empat Tak Bisa Melintas Sementara

Intan Maylani • Kamis, 2 April 2026 | 11:11 WIB
DARURAT: Penanganan darurat talud longsor di jembatan Desa Tambirejo Kecamatan Toroh. (Pemdes Tambirejo untuk Radar Kudus)
DARURAT: Penanganan darurat talud longsor di jembatan Desa Tambirejo Kecamatan Toroh. (Pemdes Tambirejo untuk Radar Kudus)

GROBOGAN – Talud jembatan penghubung Dusun Jetis dan Dusun Sendangsari, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, longsor setelah diterjang banjir pada saat Lebaran kedua. 

Dampaknya, kendaraan roda empat untuk sementara tidak dapat melintas di jalur tersebut dan harus memutar melalui rute alternatif.

Kepala Desa Tambirejo, Yakub Raras Puspitanianto, mengatakan longsor terjadi pada talud di sisi jembatan dengan panjang sekitar 30 meter dan lebar kurang lebih 3 meter. Bagian tebing penyangga itu terkikis arus banjir hingga mengalami kerusakan cukup parah.

“Longsor terjadi sejak Lebaran kedua saat intensitas hujan cukup besar. Sehingga membuat talud ambrol sekitar 30 meter dengan lebar tiga meter,” jelasnya.

Di bawah jembatan tersebut mengalir sungai Glugu menuju sungai Lusi yang saat banjir membawa arus cukup deras sehingga menggerus bagian tepi talud. 

Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran warga karena jembatan tersebut merupakan akses vital yang digunakan masyarakat setiap hari.

Selain menjadi akses antar dusun, jalur tersebut juga kerap dilalui warga menuju Purwodadi untuk bekerja, bersekolah hingga menjalankan aktivitas ekonomi.

Untuk mencegah kerusakan semakin meluas, Pemerintah Desa Tambirejo langsung melakukan penanganan darurat sejak Senin (30/3/2026). 

Diketahui, penanganan yang dilakukan dengan pemasangan trucuk bambu sebagai penahan tanah, dilanjutkan dengan pemasangan bronjong atau anyaman kawat berisi batu guna memperkuat struktur talud yang longsor.

Selain itu, satu unit alat berat juga diterjunkan untuk membantu proses penataan material serta mempercepat pengerjaan di lokasi. 

Langkah darurat ini dilakukan agar tebing penyangga jembatan kembali stabil dan tidak terjadi longsor susulan.

Yakub menambahkan, penanganan dilakukan di kedua sisi jembatan dengan total panjang sekitar 80 meter.

“Total pengerjaan sekitar 40 meter di sisi kanan dan 40 meter di sisi kiri, jadi keseluruhan sekitar 80 meter. Targetnya sekitar dua pekan selesai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan darurat tersebut sementara menggunakan anggaran Pendapatan Asli Desa (PAD) sembari menunggu kemungkinan bantuan dari pemerintah pusat untuk perbaikan yang lebih permanen.

“Kita tangani dulu supaya tidak semakin parah. Takutnya kalau hujan besar lagi bisa longsor lagi dan akses warga benar-benar terputus,” tambahnya.

Pemerintah desa berharap perbaikan darurat bisa segera rampung sehingga akses masyarakat kembali normal dan kendaraan roda empat dapat melintas tanpa harus memutar melalui jalur lain. (int)

Editor : Intan Maylani
#grobogan #banjir #talud longsor